Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus disiram air keras. Peristiwa itu terjadi di Jalan Salemba, Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.
Akibat penyerangan itu, sekitar 24 persen badan korban mengalami luka bakar. Sekarang ini korban masih dalam perawatan intensif dan belum bisa memberi keterangan kepada pihak kepolisian terkait peristiwa itu
Baca Juga: Prabowo Panggil Luhut Cs Bahas Mitigasi Dampak Perang Iran
"Belum bisa (diperiksa) karena fokus untuk pemulihan dulu. Penyelidikan dari Polres Jakpus dan Ditkrimum Polda Metro Jaya, saat ini masih melakukan penyidikan dengan scientific investigation untuk menemukan pelakunya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Minggu (15/3/2026).
Foto Terduga Pelaku Beredar
Pihak kepolisian masih berupaya mengejar pelaku penyiraman air keras tersebut, sejauh ini pihak kepolisian belum merilis apapun terkait para pelaku kejahatan itu.
Namun beberapa hari belakangan,publik dibuat geger dengan beredarnya foto pria misterius yang diklaim sebagai pelaku penyiraman air keras tersebut. Dalam foto yang viral baru-baru ini terlihat dua orang pria berboncengan yang diklaim sebagai pelaku. Foto itu pertama kali diunggah oleh akun X @Robe1807. Dalam unggahannya, akun tersebut turut mendesak kepolisian untuk segera menangkap pelaku.
Klaim soal pelaku penyiraman air keras itu langsung dibantah dengan tegas oleh pihak kepolisian. Foto yang beredar disebut sebagai hasil rekayasa digital menggunakan artificial intelligence (AI).
“Kami juga menyampaikan bahwa ada perkembangan di lapangan termasuk di medsos adanya foto hasil screenshot CCTV dua orang yang tergambarkan, kita yakini bahwa itu merupakan hasil dari AI. Dan ini mungkin juga ada dugaan untuk menyesatkan proses penyelidikan," ujar Budi Hermanto.
Lebih lanjut, Budi menyampaikan saat ini kepolisian masih terus bekerja untuk mengungkap kasus tersebut. Termasuk, menangkap pelaku penyiraman air keras.
"Kami juga memohon kepada seluruh warga masyarakat untuk memberi ruang kepada penyidik, waktu, agar penanganan penyelidikan ini paripurna dan kita dapat melakukan mengejar pelaku yang melakukan penyiraman terhadap cairan berbahaya kepada aktivis," ujarnya.
Dikutuk Berbagai Pihak
Aksi keji penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus itu dikutuk keras sejumlah kalangan.
Salah satu yang mengecam keras insiden itu adalah Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra. Dia mengatakan, aksi penyiraman itu adalah serangan terhadap demokrasi di bangsa ini.
"Tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dari KontraS adalah serangan terhadap demokrasi itu sendiri. Aktivis HAM bekerja untuk kepentingan rakyat dan kepentingan negara, karena penegakan HAM dan demokrasi merupakan amanat konstitusi," kata Yusril.
Baca Juga: Sebut Ada Pihak yang Mau Rampok Kekayaan Indonesia, Prabowo: Kita Tak Boleh Kalah
"Menyerang aktivis demokrasi dan HAM, meskipun satu pihak berbeda pendapat dengan mereka, tetap tidak dapat dibenarkan. Dalam demokrasi, setiap orang hendaknya berpegang pada prinsip menghormati perbedaan dan keragaman karena semua berbuat untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi," tegasnya.