Peran perusahaan di era modern tak lagi berhenti pada aspek bisnis semata. Hal inilah yang ditegaskan CEO dan Presiden Direktur PT iForte Solusi Infotek (iForte), Ferdinandus Aming Santoso.

Pria yang akrab disapa Aming ini menyampaikan bahwa perusahaan kini juga memiliki tanggung jawab dalam membangun identitas bangsa sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Indonesia.

Sebagai salah satu pemain besar di sektor infrastruktur digital, iForte memiliki jangkauan yang luas di seluruh nusantara.

“iForte ini adalah salah satu perusahaan yang beroperasi di sektor infrastruktur digital, salah satu yang terbesar di Indonesia. Kami memiliki sekitar 36.000 menara telekomunikasi dan sekitar 200.000 kilometer serat optik yang terbentang dari Sabang hingga Merauke,” terang Aming, saat konferensi pers Road to Pagelaran Sabang Merauke 2026, di Main Atrium, Grand Indonesia East Mall, Jumat (24/4/2026).

Jaringan yang menghubungkan hampir seluruh wilayah Indonesia ini, menurutnya, membuka peluang besar bagi iForte untuk berkontribusi lebih luas, termasuk dalam memperkuat budaya nasional. 

Aming pun menegaskan bahwa pihaknya ingin menjadikan inisiatif ini sebagai gerakan bersama lintas sektor.

“Hari ini, harapan kami adalah untuk menjadi sebuah gerakan budaya bagi seluruh perusahaan di Indonesia. Karena kami melihat bahwa generasi muda Indonesia sangat tertarik pada budaya Indonesia, dan kami harus menyediakan platform bagi mereka untuk mengejar aspirasi mereka,” ungkapnya.

Aming menilai, minat generasi muda terhadap budaya sebenarnya sudah tinggi. Namun, dibutuhkan wadah yang relevan dengan karakter mereka agar potensi tersebut dapat berkembang secara optimal.

“Kita harus membuat seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda, jatuh cinta pada budaya mereka sendiri,” tegasnya.

Melalui Pagelaran Sabang Merauke, kata Aming, iForte berupaya menghadirkan ruang ekspresi budaya yang inklusif dan menjangkau lebih luas, tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga hingga ke daerah. Keterlibatan pelajar dan mahasiswa menjadi salah satu fokus utama.

“Kami ingin agar para pihak yang bisa berpartisipasi aktif di dalam Pagelaran Sabang Merauke yang hanya Indonesia punya itu lebih meluas, meliputi masyarakat di daerah-daerah, terutama generasi muda, termasuk pelajar SMA, SMP, dan juga mahasiswa,” jelas Aming.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan yang sesuai dengan karakter generasi masa kini.

“Ini kita membuat sesuatu yang sesuai dengan karakter generasi muda. Karena mereka memang mempunyai minat yang luar biasa terhadap kebudayaan Indonesia, tapi kita harus mencari wadah yang cocok dengan karakter mereka. Itulah yang kami buat,” katanya.

Lebih lanjut, Aming berharap dukungan media untuk memperluas gaung gerakan budaya ini.

“Jadi, kami berharap media akan mendukung acara ini agar dapat disebarluaskan dan disosialisasikan secara luar biasa,” tuturnya.

Baca Juga: Pagelaran Sabang Merauke 2026: Dari Kompetisi hingga Parade, Ribuan Talenta Muda Rayakan Budaya Indonesia