Selain Yusril, Menteri HAM Natalius Pigai juga ikut mengutuk keras aksi anarkis itu. Dia meminta aparat penegak hukum mengejar para pelaku dan menghukum mereka seberat-beratnya. Negara kata Pigai tak boleh kalah dengan aksi premanisme. 

"Tidak boleh membiarkan premanisme hidup di negara ini. Negara ini adalah negara damai, aman, dan tidak boleh pernah melakukan kekerasan, apalagi menyiram air keras kepada seluruh rakyat Indonesia," kata Pigai. 

Dia menegaskan pemerintah prihatin dengan kejadian ini. Pigai meminta kepolisian mengusut tuntas kasus penyerangan terhadap Andrie.

"Kita mengalami surplus demokrasi tetapi tidak boleh ada kekerasan terjadi kepada siapa pun termasuk aktivis dan civil society. Bangsa ini besar karena ada komunitas civil society. Mereka mengontrol sebagai checks and balances terhadap semua kehidupan berbangsa dan bernegara," tutur dia.

"Oleh karena itu, saya mewakili pemerintah, saya prihatin dengan peristiwa ini dan tidak boleh terjadi lagi ya," lanjutnya.

Kecaman keras tidak hanya datang dari kalangan pejabat dan menteri, anggota DPR RI juga ramai-ramai mengutuk pristiwa itu. 

Salah satunya adalah Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman. Dia meminta negara tak boleh lepas tangan atas kejadian itu.  

"Terhadap Andrie Yunus juga harus dilakukan pengawalan maksimal agar beliau benar-benar aman dari ancaman kekerasan susulan," lanjutnya.

"Kami pastikan Komisi III akan terus mengawal kasus ini agar penyidikannya berjalan dengan cepat dan profesional. Kami minta negara menanggung penuh biaya pengobatan terbaik agar beliau bisa segera pulih kembali," tambahnya.