Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan World Bank telah meminta maaf kepada pemerintah Indonesia setelah merilis data pertumbuhan ekonomi RI yang di bawah rata-rata. Bank Sentral dunia itu mengakui melakukan kesalahan dan meminta maaf langsung kepada Purbaya dalam sebuah pertemuan yang dihelat pekan lalu.
Dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026, Bank Dunia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen pada 2026, turun dari sebelumnya sebesar 4,8 persen.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Akan Buka Pendaftaran CPNS Bagi 300 Lulusan SMA untuk Mengabdi di Dirjen Bea Cukai
"Ada yang bilang pertumbuhan kita cuma 4,7 persen, itu World Bank kan ya. Begitu ketemu di sana, dia minta maaf tuh. Dia minta maaf karena dipublish sebelum diskusi dengan bosnya di sana," kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta dilansir Rabu (22/4/2026).
Purbaya mengatakan pemerintah RI sebetulnya tak ingin meminta World Bank merevisi kesalahan tersebut. Niatnya pemerintah ingin membuktikan bahwa bank sentral telah melakukan kekeliruan fatal dengan menggenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia ke level yang lebih maksimal.
Pemerintah Indonesia lanjut Purbaya sebelumnya tak terlampau repot terkait data tersebut, berbeda dengan Pemerintah Cina yang langsung meradang begitu mengetahui ada kekeliruan world Bank.
"Jadi China marah, kita nggak marah, cuma saya bilang 'lu forecast-nya terlalu rendah'. 'Jadi gimana kita revisi nggak?' 'Nggak usah, saya akan buktikan bahwa kamu salah'. Dia ketawa, 'ya saya doakan juga' katanya," jelasnya.
Lebih lanjut, Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai reformasi untuk memperkuat penerimaan negara. Langkah tersebut mencakup pembenahan di Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta sejumlah kementerian dan lembaga lainnya.
Baca Juga: Kisi-Kisi Menkeu Purbaya Soal Gaji ke-13 ASN: Full atau Kena Efisiensi?
Jadi saya bilang ke mereka kenapa Indonesia lebih bagus dibanding negara-negara lain? Karena kita sudah melakukan reformasi sebelum pergolakan di global itu terjadi. Sebelum perang, kita sudah perbaiki ekonominya di sini," pungkasnya.