Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta (4/6) beberapa waktu lalu, PT Global Digital Niaga Tbk (kode saham BELI) mengumumkan pertumbuhan pendapatan neto konsolidasian sebesar 67% secara y.o.y menjadi Rp7,8 triliun pada kuartal pertama tahun 2026, disertai peningkatan laba bruto menjadi Rp1,2 triliun dan perbaikan signifikan pada kinerja operasional.
Sementara itu, sepanjang 2025, pendapatan neto BELI tumbuh 34% secara tahunan (y.o.y) menjadi Rp22,4 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kinerja positif seluruh segmen usaha, terutama di kategori elektronik konsumen, yang diuntungkan oleh volume penjualan smartphone yang lebih tinggi, kontribusi yang meningkat dari usaha institusi BELI, serta perluasan jaringan toko fisik elektronik konsumen untuk mendukung strategi omnichannel.
Baca Juga: UNVR Bagikan Dividen dari Laba 2025 dengan Total Rp7,6 Triliun
“Sepanjang 2025, fokus kami bukan hanya mendorong pertumbuhan volume transaksi, melainkan juga memperkuat marjin, meningkatkan monetisasi, memperbaiki efisiensi operasional, serta memperdalam loyalitas pelanggan melalui integrasi ekosistem omnichannel yang semakin matang. Di tengah pasar yang penuh tantangan dan konsumsi masyarakat yang semakin selektif, Perseroan berhasil memperkuat fundamental usaha yang mengarahkan Perseroan ke jalur menuju profitabilitas yang semakin jelas,” ujar Kusumo Martanto, CEO dan Co-Founder Blibli, dalam keterangan tertulisnya.
Strategi ekspansi omnichannel BELI terus diperkuat dengan memperluas kehadiran di segmen Toko Fisik melalui pembukaan sejumlah 66 toko baru. Per 31 Desember 2025, Perseroan telah mengoperasikan 265 toko elektronik konsumen, 4 toko elektronik rumah tangga, serta 1 toko fesyen & olahraga. Selain itu, Perseroan juga mengelola 57 gerai supermarket premium yang dioperasikan oleh Ranch Market dan 39 home and living experience centers yang dioperasikan oleh Dekoruma. Kinerja di segmen toko fisik ini mempertegas relevansi pendekatan omnichannel Perseroan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan secara lebih terintegrasi.
Perseroan juga terus berfokus pada pertumbuhan usaha yang berkualitas dan berkelanjutan melalui optimalisasi marjin, peningkatan monetisasi usaha, serta efisiensi operasional. Hal ini berhasil mendorong peningkatan laba bruto Perseroan sebesar 19% secara y.o.y pada tahun 2025 menjadi sebesar Rp3,9 triliun. Sementara, penguatan disiplin operasional ditunjukkan melalui perbaikan struktur biaya yang tercermin dari penurunan rasio beban operasional terhadap pendapatan neto dari 34,3% menjadi 26,6% pada tahun 2025.
Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat pendalaman kategori dengan memilih berbagai kategori strategis yang memiliki kekuatan kompetitif untuk diperkuat dan diperbesar skalanya, termasuk kategori elektronik konsumen, elektronik rumah tangga, kebutuhan sehari-hari, home & living serta gaya hidup. Perseroan juga akan melanjutkan strategi ekspansi omnichannel melalui penguatan jaringan toko fisik, logistik, dan fulfillment terintegrasi. Di sisi lain, kecepatan layanan akan menjadi salah satu proposisi nilai utama Perseroan dengan meningkatkan kecepatan layanan dan pengiriman melalui optimalisasi infrastruktur logistik, otomatisasi, serta operasional berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Dari sisi ekosistem, Perseroan terus memperkuat integrasi loyalitas lintas platform melalui pengembangan lebih lanjut dari Keanggotaan Terpadu dan Program Loyalitas Terpadu (Blibli Tiket Rewards) antara Blibli, tiket.com, Ranch Market, dan Dekoruma. Langkah ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan dan loyalitas pelanggan dalam ekosistem Perseroan, tetapi juga menciptakan pengalaman berbelanja yang semakin terhubung dan relevan bagi pelanggan.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat kualitas pertumbuhan dan menjaga momentum kinerja melalui pendekatan scale what works. Dengan fondasi usaha yang semakin kuat, integrasi ekosistem yang semakin matang, serta fokus pada profitabilitas berkelanjutan, kami optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan," tandas Kusumo.