2. Latih Sistem Saraf agar Cepat Pulih dari Tekanan

Ninda menilai banyak orang keliru menganggap rasa kewalahan (overwhelmed) sebagai bentuk kemalasan. Padahal, kondisi tersebut sering kali berkaitan dengan sistem saraf yang sudah terlalu terbebani.

"Ngereset otak itu bukan soal motivasi, tapi soal regulasi. Saat kita merasa semua pekerjaan mendesak lalu akhirnya tidak melakukan apa pun, sering kali itu bukan malas. Sistem saraf kita sedang overload dan masuk ke mode shutdown," ujarnya.

Karena itu, ia menyarankan untuk melatih kemampuan tubuh dalam kembali ke kondisi tenang agar bisa berpikir jernih dan kembali produktif.

"Yang perlu dilatih adalah seberapa cepat kita bisa pulih dari kondisi itu. Pernapasan, olahraga, dan mindfulness bukan hal yang sepele. Justru itulah yang melatih sistem saraf agar lebih cepat kembali stabil," ungkap Ninda.

3. Kenali Pola Kerja Otak Sendiri

Langkah berikutnya adalah memahami pola kebiasaan diri sendiri. Menurut Ninda, setiap orang memiliki waktu paling produktif, pemicu distraksi, hingga cara otak mencari dopamin yang berbeda-beda.

"Mulailah memperhatikan kapan kamu paling mudah terdistraksi, kapan energimu paling tinggi, atau kapan kamu paling sering kalap scrolling. Scroll media sosial, belanja online, atau ngemil saat stres sering kali hanyalah cara otak mencari dopamin dengan jalan yang paling mudah," jelasnya.

Dengan memahami pola tersebut, seseorang bisa mengganti kebiasaan yang kurang bermanfaat dengan aktivitas lain yang tetap memberikan rasa puas namun lebih produktif.

"Kalau sudah mengenali pola otakmu sendiri, kamu bisa memberikan dopamin dari hal-hal yang lebih berguna, seperti olahraga, menyelesaikan satu pekerjaan, atau mengobrol dengan orang yang membuatmu bersemangat. Dari situ, kamu bisa mendesain harimu sesuai cara kerja otakmu," kata Ninda.

Di akhir pernyataannya, Ninda menegaskan bahwa membangun otak yang lebih tangguh bukanlah tentang mencari motivasi setiap hari, melainkan membangun kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

"Pada akhirnya, ngereset otak bukan soal motivasi. Ini soal kebiasaan yang tepat yang kamu bangun setiap hari," tandas Ninda.

Baca Juga: 5 Nutrisi Penting untuk Menjaga Kesehatan Otak dan Daya Ingat