Growthmates, enjadi wirausaha bukan sekadar memiliki produk yang berkualitas atau meningkatkan angka penjualan.
Agar dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan, perempuan pelaku usaha juga perlu memiliki fondasi keuangan yang kuat sekaligus kemampuan menyusun strategi bisnis yang tepat.
Hal tersebut menjadi fokus dalam rangkaian Sequis SHEPRENEUR Learning Series melalui dua sesi pembelajaran, yakni Managing Financial Risks for You and Your Family bersama Agency Development Manager Sequis Life, Andrew Tjengharwidjaja, dan Growth Marketing bersama praktisi growth marketing, Michelle Fno.
Kedua sesi tersebut menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, pengelolaan risiko, dan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan kondisi keuangan maupun data bisnis.
Hal ini menjadi semakin relevan bagi perempuan wirausaha karena keuangan pribadi, keluarga, dan usaha kerap saling berkaitan.
Dalam sesi Managing Financial Risks for You and Your Family, Andrew mengajak peserta memahami bahwa perencanaan keuangan tidak berhenti pada menabung, berinvestasi, atau mempersiapkan kebutuhan keluarga.
Dikatakan Andrew, setiap tujuan finansial juga perlu disertai dengan strategi untuk menghadapi berbagai risiko yang berpotensi menghambat pencapaiannya.
“Ada tiga risiko kehidupan yang perlu diperhatikan, yakni risiko umur pendek, sakit atau kecelakaan, serta umur panjang. Risiko sakit atau kecelakaan, misalnya, tidak hanya berpotensi menimbulkan biaya pengobatan, tetapi juga dapat mengurangi kemampuan seseorang untuk bekerja dan menghasilkan pendapatan,” tutur Andrew.
Andrew menuturkan, bagi seorang wirausaha, kondisi tersebut dapat berdampak langsung terhadap keuangan keluarga sekaligus keberlangsungan bisnis.
Di sisi lain, umur panjang juga menghadirkan tantangan finansial tersendiri. Semakin panjang masa hidup seseorang, semakin panjang pula periode kebutuhan finansial yang perlu dipersiapkan, termasuk biaya hidup dan kesehatan hingga masa pensiun.
Tantangan tersebut dapat menjadi semakin kompleks ketika seseorang harus menjalankan beberapa tanggung jawab sekaligus, mulai dari memenuhi kebutuhan rumah tangga dan anak, membantu orang tua, hingga menyiapkan masa pensiun. Karena itu, pengelolaan keuangan perlu dimulai dari fondasi yang sehat.
Peserta Sequis SHEPRENEUR diperkenalkan pada pentingnya mengatur penghasilan dan pengeluaran, menyiapkan dana darurat, serta mengelola pinjaman konsumtif. Setelah fondasi tersebut terbentuk, perlindungan kesehatan, penyakit kritis, dan jiwa dapat menjadi bagian dari strategi untuk menjaga keberlangsungan rencana keuangan keluarga.
Perencanaan kemudian dapat dilanjutkan dengan investasi, persiapan pensiun, hingga distribusi kekayaan. Dengan pendekatan tersebut, pelaku usaha diharapkan tidak hanya mampu mengembangkan bisnis, tetapi juga menjaga stabilitas finansial keluarga ketika menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan.
Baca Juga: Sequis SHEPRENEUR Bekali Pelaku Usaha Perempuan Kelola Keuangan dan Bangun Personal Branding
Setelah memperkuat pemahaman mengenai fondasi keuangan dan pengelolaan risiko, peserta melanjutkan pembelajaran melalui sesi Growth Marketing bersama praktisi Growth Marketing dari Katalis AI, Michelle Fno.
Dalam sesi tersebut, Michelle menekankan bahwa pemasaran digital tidak semestinya hanya berorientasi pada banyaknya iklan, impresi, klik, atau traffic.
Aktivitas pemasaran baru dapat dikatakan memberikan dampak apabila mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis sekaligus menjaga profitabilitas.
"Memasang iklan dan mendatangkan traffic saja tidaklah cukup. Banyaknya impresi, klik, atau calon pelanggan belum tentu menghasilkan penjualan, apalagi keuntungan," ungkap Michelle.
Menurut Michelle, keberhasilan strategi pemasaran perlu dilihat secara lebih menyeluruh, mulai dari kemampuan mengubah calon pelanggan menjadi pembeli, mendorong pembelian berulang, hingga melihat margin yang dihasilkan dari aktivitas pemasaran tersebut.
Karena itu, setelah berhasil menarik calon pelanggan melalui iklan atau kanal digital, pelaku usaha perlu memastikan mereka memperoleh penawaran yang relevan dan menjalani proses pembelian yang efektif. Pengalaman tersebut juga perlu memberikan alasan bagi pelanggan untuk kembali bertransaksi.
"Yang perlu dilihat bukan hanya berapa banyak orang yang datang, tetapi berapa banyak yang akhirnya membeli, kembali membeli, dan seberapa besar kontribusinya terhadap margin bisnis," kata Michelle.
Pendekatan tersebut membuat pelaku usaha perlu memahami hubungan antara biaya mendapatkan pelanggan atau customer acquisition cost dengan margin yang diperoleh. Dengan demikian, peningkatan penjualan tidak serta-merta dianggap sebagai pertumbuhan apabila biaya untuk mendapatkannya justru membuat bisnis kehilangan profitabilitas.
Michelle juga memperkenalkan pendekatan berbasis data sebagai bagian penting dalam menyusun strategi pemasaran. Proses tersebut dapat dimulai dengan melakukan audit untuk mengetahui kondisi bisnis sekaligus memahami karakteristik pelanggan.
Dari hasil tersebut, pelaku usaha dapat menyusun strategi dan membuat konten, kemudian menguji efektivitasnya. Hasil pengujian selanjutnya dievaluasi untuk mengetahui strategi mana yang memberikan performa terbaik sebelum dikembangkan dalam skala yang lebih besar.
Pendekatan ini membantu pelaku usaha menggeser fokus dari sekadar mengejar jumlah likes, impresi, maupun klik menjadi memahami metrik yang benar-benar berkaitan dengan kesehatan bisnis.
Dengan membaca data secara lebih cermat, wirausaha dapat mengetahui biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan pelanggan, efektivitas setiap aktivitas pemasaran, tingkat konversi, hingga kontribusi pemasaran terhadap margin usaha. Strategi pun dapat disesuaikan berdasarkan hasil nyata, bukan semata-mata asumsi.
Melalui dua sesi tersebut, Sequis SHEPRENEUR menegaskan bahwa pertumbuhan usaha perempuan membutuhkan fondasi yang lebih luas daripada sekadar kemampuan menjual. Pengelolaan risiko keuangan dan kemampuan membaca serta mengoptimalkan data pemasaran menjadi bagian penting untuk membangun bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Pembelajaran tersebut menjadi bagian dari rangkaian Sequis SHEPRENEUR Learning Series, sebelum para peserta melanjutkan ke sesi berikutnya dengan materi Protect Your Future Through Financial Protection untuk memperdalam pemahaman mengenai pentingnya perlindungan finansial dalam mendukung keberlanjutan kehidupan pribadi, keluarga, dan usaha.
Baca Juga: Creator Economy dan Keamanan Data Jadi Bekal Perempuan Wirausaha di SHEPRENEUR Sequis Life