Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tetap tenang setelah kurs rupiah semakin melemah dalam satu dua hari belakangan. Saat ini nilai tukar rupiah nyaris menyentuh angka Rp17.000 per dolar.
Menurut Purbaya, rupiah bakal kembali perkasa dalam satu dua pekan ke depan, untuk itu dia mengimbau supaya masyarakat tidak panik.
Baca Juga: Respons Datar Purbaya Setelah Pegawai KPP Madya Jadi Tersangka Suap Pengurangan Pajak
“Jadi teman-teman yang di pasar, ibu-ibu dan lain-lain, nggak usah panik rupiah akan segera menguat dalam waktu 2 minggu ke depan,” kata Purbaya kepada wartawan dilansir Kamis (15/1/2026).
Stabilitas nilai tukar rupiah kata Purbaya sebetulnya bukan dalam kendali Kementerian Keuangan, seluruh kebijakannya berada di bawah kewenangan Bank Indonesia selaku otoritas moneter.
Meski begitu Purbaya mengatakan, kurs rupiah bakal ikut terkerek apabila Kementerian Keuangan terus menggenjot perbaikan kondisi ekonomi nasional.
“Kalau rupiah kan saya enggak bisa ngomong, rupiah kan urusan bank sentral. Tapi begini, kalau nanti ekonominya membaik terus, harusnya rupiah kan menguat juga,” ujarnya.
Menurut Purbaya, membaiknya fundamental ekonomi akan meningkatkan kepercayaan investor, khususnya investor asing, untuk kembali menempatkan dananya di Indonesia. Aliran modal masuk (capital inflow) tersebut dinilai akan memperkuat nilai tukar rupiah sekaligus meningkatkan daya tarik pasar keuangan domestik.
“Enggak ada alasan orang takut untuk convert ke rupiah. Asing juga sudah masuk, Anda lihat pasar modal kita. Kalau dikendalikan dengan benar, tidak terlalu sulit untuk mengembalikan rupiah,” terangnya.
Ia menambahkan, kondisi pasar modal Indonesia saat ini menunjukkan sinyal positif dengan meningkatnya minat investor, seiring ekspektasi terhadap stabilitas makroekonomi dan prospek pertumbuhan yang tetap solid. Situasi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu indikator bahwa kepercayaan pasar terhadap ekonomi nasional masih terjaga.
Lebih lanjut, Purbaya menyampaikan optimisme terhadap kinerja ekonomi Indonesia ke depan. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2026 berada di kisaran 5,45 persen dan berpeluang mendekati 6 persen sepanjang tahun ini.
Baca Juga: Perusahaan China Palsukan KTP untuk Hindari Pajak, Purbaya Geram
“Jadi Anda enggak usah takut, pondasi kita kuat. Rupiah akan masuk karena modal akan masuk ke sini dan orang Indonesia yang naruh uangnya di luar negeri juga akan balik,” pungkas Purbaya.