Industri modest fashion Indonesia terus bergerak menuju fase yang lebih matang dan reflektif. Di tengah arus fast fashion yang serba cepat, Ramadan tahun ini justru menandai pergeseran selera ke arah busana yang lebih mindful, yang mengutamakan kualitas, potongan yang timeless, serta palet warna netral yang lembut dan elegan.
Perempuan modern kini semakin selektif, memilih pakaian yang bukan hanya estetik, tetapi juga memiliki makna dan relevansi dalam setiap momen.
Di tengah lanskap tersebut, Chanté hadir sebagai representasi dari kesederhanaan yang elegan. Brand modest wear lokal besutan aktris Citra Kirana ini konsisten membangun karakter yang minimalis, tenang, dan bersahaja, sebuah identitas yang semakin terasa relevan di bulan suci.
Tahun ini, Chanté turut ambil bagian dalam kampanye Shopee Big Ramadan Sale 2026 yang berlangsung hingga 22 Maret, menghadirkan koleksi eksklusif serta beragam penawaran spesial bagi pengguna.
“Visi kami adalah menemani perempuan untuk lebih menghargai keindahan dalam kesederhanaan. Bagi saya, pakaian adalah ‘ruang aman’ dan cara seseorang merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Nama Chanté sendiri diambil dari kata ‘enchanted’ yang berarti terpesona secara lembut,” papar Citra Kirana, dikutip Senin (2/3/2026).
Ia menambahkan bahwa Ramadan tahun ini menjadi momen yang sangat personal dengan peluncuran koleksi terbaru bertajuk Memoir Lane secara eksklusif di Shopee.
“Koleksi ini mencerminkan perjalanan kami yang mengutamakan ketenangan dan ketelitian dalam berkarya," lanjutnya,
Chanté sendiri lahir pada 2023 dari ruang yang sangat personal bagi Citra. Baginya, sehelai pakaian bukan sekadar tampilan luar, melainkan tentang rasa nyaman dan kepercayaan diri.
Dari pemahaman itu, Chanté dibangun sebagai brand yang tidak berisik, namun dekat dengan perempuan yang menghargai kesederhanaan. Koleksinya menghadirkan dress, set, outer, hingga essential pieces dalam warna-warna netral yang dirancang untuk memberi rasa nyaman yang nyata.
Ada kenangan emosional yang tak terlupakan di awal perjalanan brand ini. Citra mengenang bagaimana pesanan pertama yang masuk justru datang dari sang suami, Rezky Aditya.
“Sederhana, tapi berarti sekali. Dukungan kecil itu jadi penyemangatku dan bukti bahwa langkah ini layak dijalani,” tuturnya.
Dari tim kecil berisi tiga orang, Chanté kini berkembang menjadi brand dengan 19 anggota tim inti dan lebih dari 100 pekerja produksi lokal. Pertumbuhan ini bukan sekadar soal angka, melainkan dampak yang lebih luas.
“Bagi aku, pertumbuhan ini bukan sekadar tentang angka, tetapi tentang menciptakan dengan membuka lapangan kerja, memberdayakan para perajin lokal, dan ikut menggerakkan roda ekonomi di lingkungan sekitar,” jelas Citra.
Baca Juga: Modest Luxe Hadir di Sarinah Menguatkan Posisi Modest Fashion Indonesia