Kehidupan di kota besar sering dianggap menjanjikan peluang karier, keberagaman, dan gaya hidup modern. Namun, di balik semua itu, kehidupan urban juga menghadirkan tekanan harian yang tidak sedikit.

Waktu perjalanan yang panjang, biaya hidup tinggi, kekhawatiran akan keamanan, sulitnya akses layanan kesehatan, hingga kualitas udara yang buruk menjadi faktor yang dapat membuat hidup di kota besar terasa melelahkan.

Sebuah indeks global yang disusun oleh perusahaan layanan keuangan Remitly menganalisis lebih dari 170 kota di dunia untuk mengidentifikasi kota-kota yang paling menimbulkan stres bagi penduduknya.

Penilaian dilakukan berdasarkan lima indikator utama yang dapat diukur, yaitu waktu tempuh rata-rata untuk perjalanan 10 kilometer (data TomTom), indeks biaya hidup, indeks layanan kesehatan, indeks kejahatan (Numbeo), serta tingkat polusi udara tahunan (IQAir).

Setiap kota kemudian diberi skor stres dari 10. Semakin tinggi skor, semakin besar tekanan hidup yang dirasakan penduduknya.

Dan, dikutip dari Times of India, Jumat (27/2/2026), berikut 8 kota yang masuk dalam daftar kota paling stres untuk ditinggali beserta faktor pemicu utamanya.

1. New York, Amerika Serikat

New York dikenal sebagai kota yang bergerak tanpa henti. Namun, dinamika tersebut tidak selalu menyenangkan bagi penduduknya.

Biaya hidup yang sangat tinggi menjadi sumber tekanan terbesar, mencakup perumahan, kebutuhan sehari-hari, transportasi, hingga makan di luar rumah.

Meski memiliki layanan kesehatan yang baik dan tingkat polusi relatif rendah untuk kota berpenduduk besar, kekhawatiran finansial tetap mendominasi.

Jam kerja panjang, persaingan karier yang ketat, dan kepadatan penduduk membuat ritme kehidupan di New York terasa sangat menuntut.

2. Dublin, Irlandia

Pertumbuhan sektor teknologi dan keuangan membuat Dublin berkembang pesat sebagai pusat ekonomi Eropa. Namun kemajuan tersebut juga memicu lonjakan harga properti dan biaya hidup.

Waktu perjalanan rata-rata sekitar 32 menit untuk jarak 10 kilometer menjadi salah satu yang terlama di Eropa.

Tekanan terbesar datang dari sektor perumahan, dengan harga rumah yang terus meningkat dan ketersediaan hunian yang terbatas. Kenaikan biaya sewa dan masalah infrastruktur semakin membebani terutama bagi generasi muda.

3. Kota Meksiko, Meksiko

Dengan populasi wilayah metropolitan lebih dari 22 juta jiwa, Kota Meksiko menghadapi tantangan kemacetan kronis dan infrastruktur yang terbatas. Perjalanan sejauh 10 kilometer dapat memakan waktu hampir 32 menit.

Selain kemacetan, kekhawatiran terhadap keselamatan pribadi juga menjadi sumber stres utama. Tingkat kejahatan yang relatif tinggi membuat keamanan menjadi perhatian sehari-hari bagi banyak penduduk.

Baca Juga: Melihat Tradisi Unik Bulan Ramadan di Berbagai Negara