Setelah mencatatkan 611 ribu pengunjung selama Ramadan 2025, PT Sarinah optimistis mampu melampaui capaian tersebut tahun ini.
Perusahaan menargetkan kenaikan jumlah pengunjung sebesar 15 persen selama periode Ramadan hingga Lebaran 2026. Target ini didorong oleh proyeksi peningkatan mobilitas nasional serta strategi program yang dirancang tidak hanya mendorong transaksi, tetapi memperkuat positioning.
Baca Juga: Dorong Daya Beli Jelang Lebaran, Sarinah Hadirkan Diskon Gede-gedean
Direktur Utama PT Sarinah, Raisha Syarfuan, menegaskan bahwa Ramadan bagi Sarinah adalah momentum strategis.
“Ramadan bukan sekadar periode promosi, melainkan momentum untuk mempertegas positioning kami sebagai Cultural Experience Centre. Kami ingin setiap kunjungan terasa bermakna, bukan sekadar berbelanja,” ujarnya.
Puncak transaksi diprediksi terjadi pada 6–13 Maret 2026, bertepatan dengan periode pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Momentum ini secara historis menjadi penggerak utama peningkatan konsumsi domestik.
Baca Juga: 144 Juta Mobilitas Lebaran, InJourney Posisikan Sarinah sebagai Cultural Touchpoint Strategis
Untuk mendukung lonjakan kunjungan, Sarinah menyesuaikan jam operasional selama Lebaran. Pada Malam Takbiran, operasional berlangsung pukul 10.00–20.00 WIB, sementara Hari Raya buka pukul 12.00–22.00 WIB. Hari berikutnya kembali normal.
Tak hanya itu, penguatan manpower dilakukan selama periode puncak, termasuk peningkatan sistem keamanan dan maintenance area publik. Sarinah juga bekerja sama menyediakan free shuttle dari hotel-hotel sekitar kawasan Thamrin guna memudahkan akses wisatawan.
Sebagai anggota holding PT Aviasi Pariwisata Indonesia, Sarinah saat ini memiliki 10 gerai di enam kota dan menjadi panggung bagi lebih dari 1.000 brand lokal dalam ekosistem ritelnya.
Baca Juga: Dari Bandung ke Sarinah, Langkah Dama Kara Menyapa Pasar Nasional dan Global
Dengan kombinasi strategi promosi, penguatan operasional, dan narasi budaya, Sarinah optimistis Ramadan 2026 menjadi fase pertumbuhan yang lebih kuat dibanding tahun sebelumnya.