Canva merilis temuan terbaru dari Indonesia sebagai bagian dari studi global berjudul “The Presentation Paradox”. Studi ini membahas bagaimana AI mengubah cara orang membuat dan menyampaikan presentasi. Riset ini melibatkan 4.000 profesional di delapan negara: Amerika Serikat, Meksiko, Brasil, Jerman, Prancis, Spanyol, Korea Selatan, dan Indonesia, dengan 640 responden di Indonesia.
Sebagai pasar terbesar ketiga Canva di dunia, Indonesia menunjukkan bagaimana para profesional memanfaatkan AI dalam berbagai tahapan proses presentasi dan beradaptasi dengan peran keterampilan presentasi yang terus berkembang. Riset ini mengulas bagaimana AI mentransformasi salah satu keterampilan paling abadi di tempat kerja, mulai dari pembuatan slide hingga persiapan sebelum presentasi, serta hal-hal yang tetap penting saat menyampaikan ide di hadapan audiens.
Di Indonesia, AI kini semakin terintegrasi dalam alur kerja presentasi. Hampir seluruh profesional di Indonesia yang disurvei, yakni 98%, menggunakan AI untuk kebutuhan presentasi. Mereka memanfaatkan AI untuk berbagai hal, mulai dari mengembangkan ide (brainstorming), merancang tata letak (layout), menyusun materi slide, menyempurnakan catatan pembicara (speaker notes), mendapatkan masukan, hingga berlatih. Sebanyak 71% responden mengatakan bahwa AI membantu menghemat waktu saat membuat presentasi, menunjukkan bahwa AI kini semakin menjadi bagian dari cara mereka bekerja.
Meskipun AI semakin bermanfaat, kemampuan manusia tetap menjadi bagian penting dalam sebuah presentasi. Sebanyak 91% profesional di Indonesia setuju bahwa presentasi yang baik tetap bergantung pada kemampuan menyampaikan presentasi dan rasa percaya diri mereka sendiri. Meski AI dapat membantu dalam tahap persiapan, 73% responden mengatakan bahwa mereka perlu secara aktif membangun rasa percaya diri sebagai presenter, yang menegaskan pentingnya mengembangkan keterampilan untuk menyampaikan ide secara efektif.
AI membantu menyusun presentasi, manusia yang menghidupkannya
AI kini sudah mendukung hampir setiap tahapan pembuatan presentasi di Indonesia. Sebanyak 78% profesional menggunakan AI untuk mengembangkan ide (brainstorming), 68% menggunakannya untuk membantu desain dan tata letak (layout), serta 60% memanfaatkannya untuk menyusun draft atau materi slide. AI juga semakin banyak digunakan dalam proses persiapan, dengan 58% menggunakannya untuk menulis atau menyempurnakan catatan pembicara (speaker notes), 50% untuk mendapatkan masukan atas draft, dan 37% untuk berlatih atau melakukan simulasi sebelum presentasi.
Di sisi lain, para profesional di Indonesia tetap melihat pentingnya peran mereka sendiri dalam menyampaikan presentasi. Sebanyak 81% percaya bahwa AI dapat membantu menyusun dek presentasi, namun tidak untuk mempresentasikan atau membawakan narasinya.
Perbedaan ini semakin relevan seiring dengan semakin pentingnya keterampilan presentasi di dunia kerja. Sebanyak 65% profesional di Indonesia setuju bahwa keterampilan presentasi secara langsung menjadi keunggulan kompetitif di era AI, sementara 74% setuju bahwa kemampuan menyampaikan presentasi dengan percaya diri menunjukkan potensi kepemimpinan.
Kepercayaan diri adalah sesuatu yang dikembangkan secara aktif
Bagi banyak profesional di Indonesia, kepercayaan diri tidak serta-merta muncul hanya karena memiliki slide presentasi yang lebih baik. Sebanyak 73% mengatakan bahwa mereka perlu secara aktif mengembangkan kepercayaan diri sebagai presenter, dibandingkan dengan 50% secara global.
Presentasi juga dapat memengaruhi cara seseorang tampil. Sebanyak 53% mengatakan bahwa mereka menjadi lebih percaya diri saat melakukan presentasi, sementara 50% merasa menjadi lebih tegas atau berwibawa, dan 44% mengubah gaya atau tempo bicara mereka.
Kepercayaan diri ini juga dapat memberikan dampak di luar presentasi itu sendiri. Sebanyak 87% profesional di Indonesia mengatakan bahwa kepercayaan diri mereka saat presentasi telah berkontribusi secara langsung terhadap perkembangan karier mereka dalam setahun terakhir.
Langkah AI selanjutnya: Dari pembuat slide menjadi pelatih presentasi
Dengan makin seringnya AI dilibatkan dalam pembuatan presentasi, para profesional di Indonesia juga mulai memanfaatkannya untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menyampaikan presentasi.
Sebanyak 59% responden telah menggunakan AI, baik sebagai pelatih presentasi maupun untuk sesekali meningkatkan kemampuan mereka dalam menyampaikan presentasi. Angka ini mencakup 18% profesional yang menggunakan AI sebagai pelatih presentasi dan 41% yang sesekali memanfaatkannya untuk mendapatkan bimbingan, masukan, maupun berlatih.
Antusiasme terhadap dukungan semacam ini juga meluas hingga saat presentasi berlangsung. Sebanyak 84% responden terbuka terhadap bimbingan AI secara real time selama presentasi jika hal tersebut dapat membantu mereka tampil lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa para profesional di Indonesia terbuka terhadap peran AI yang lebih besar, bukan hanya dalam membuat slide dan menyiapkan materi, tetapi juga dalam membantu mereka saat menyampaikan presentasi.
Sebagian profesional bahkan sudah mulai menggunakan AI secara langsung saat presentasi. Sebanyak 16% profesional di Indonesia pernah menggunakan AI secara real time saat menyampaikan presentasi, sementara 35% pernah merekam diri mereka saat presentasi dan menggunakan AI untuk mengevaluasi cara mereka menyampaikan materi.