Tim bulutangkis Indonesia mempersembahkan medali emas pertama bagi Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 melalui nomor Badminton Men's Team. Indonesia meraih kemenangan dramatis 3-2 atas China setelah sempat tertinggal 0-2.

Pada partai pertama, Jonatan Christie harus mengakui keunggulan Shi Yu Qi dalam dua gim langsung. Indonesia kembali tertinggal setelah pasangan Fajar Alfian/Shohibul Fikri kalah 1-2 dari Liang Weikeng/Wang Chang pada partai kedua.

Harapan Indonesia kemudian kembali terbuka melalui Alwi Farhan. Menghadapi Li Shifeng, Alwi menang 23-21 pada gim pertama, kalah 15-21 pada gim kedua, sebelum akhirnya merebut gim penentuan dengan skor 21-16.

"Tentu tidak mudah ketinggalan 2-0. Lawan hawanya lebih di atas, banyak pikiran. Saya harus membuat pikiran netral," ujar Alwi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Baca Juga: Atlet Wushu Indonesia Sumbang Perunggu di Asian Games 2026

"Saya ingin menunjukkan game, it's not over. Masih ada harapan kita bisa emas. Asian Games empat tahun sekali. Ini kesempatan berharga," lanjut Alwi.

Pada partai keempat, pasangan Leo Carnando/Daniel Marthin tampil percaya diri menghadapi He Ji Ting/Liu Yi. Leo/Daniel berhasil menang dalam dua gim langsung dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

"Kita banyak komunikasi dan main lebih tenang lagi. Kita enggak mau menyia-nyiakan kesempatan," tandas Daniel.

Partai penentu akhirnya menjadi milik Mohammad Zaki Ubaidillah (Ubed). Sempat tertinggal dari Weng Hongyang, Ubed mampu membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan dengan skor 23-21.

"Alhamdulillah bisa diberikan kemenangan tanpa cedera. Di awal tadi tidak mau berpikir negatif dulu," ujar Ubed.

"Agak sedikit tegang. Saya telepon orang tua, ada support juga dari belakang. Saya ingin kasih yang terbaik, enggak ingin mengecewakan penonton," sambung Ubed.

Kemenangan Ubed memastikan Indonesia bangkit dari ketertinggalan 0-2 dan meraih kemenangan 3-2 atas China. Hasil tersebut sekaligus mempersembahkan medali emas pertama bagi Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Eng Hian mengatakan, hasil bersejarah tersebut merupakan buah kerja sama seluruh pihak, mulai dari atlet, pelatih, pengurus hingga berbagai elemen pendukung lainnya.

"Inilah kekuatan tim Indonesia, di mana kita selalu now or never," ucap Eng Hian.

Eng Hian menambahkan bahwa pencapaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan program pembinaan bulutangkis Indonesia.

"Tentunya ini sebuah progres yang cukup bagus, sesuai dengan apa yang kita harapkan. Kita bisa lihat PBSI tidak diam. Kita melakukan program untuk mencetak atlet terbaik," jelas Eng Hian.

Indonesia terakhir kali meraih medali emas bulutangkis nomor beregu putra pada Asian Games Bangkok 1998. Raihan emas di Aichi-Nagoya 2026 ini sekaligus mengakhiri penantian selama 28 tahun bagi Indonesia untuk kembali meraih gelar juara di nomor tersebut.