Memasuki usia ke-12 tahun, pelopor minuman true cold-pressed juice di Indonesia, Re.juve, memperkenalkan transformasi brand melalui peluncuran Re.juve Youthful Exhibit: The New Cycle of Re.juve. Melalui langkah ini, Re.juve menghadirkan konsep wellness lifestyle yang lebih menyeluruh, mulai dari pengalaman konsumen, desain gerai yang lebih interaktif, hingga komitmen terhadap keberlanjutan.

Transformasi tersebut hadir di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Di sisi lain, tantangan pemenuhan nutrisi masih menjadi perhatian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi buah dan sayur masyarakat Indonesia masih berada di bawah rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menganjurkan konsumsi minimal 400 gram buah dan sayur per hari.

Baca Juga: Rekomendasi Jus Segar yang Aman Diminum Saat Sahur

Melihat kondisi tersebut, Re.juve ingin menghadirkan solusi yang lebih praktis bagi masyarakat modern untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian tanpa mengorbankan kesibukan mereka.

Marketing & Growth Head Re.juve, Avilia, mengatakan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam menjaga pola makan sehat adalah konsistensi mengonsumsi buah dan sayur.

“Dengan minum empat botol Re.juve dalam seminggu, kita sudah mengonsumsi sekitar 2,4 kilogram buah dan sayur. Jumlah ini mendekati rekomendasi WHO dan dapat dilengkapi melalui konsumsi buah serta sayur dalam pola makan sehari-hari,” ujarnya dalam acara Peluncuran Re.juve Youthful Exhibit: The New Cycle of Re.juve pada Kamis (11/06/2026)

Menurut Avilia, seluruh produk Re.juve dibuat dari 100 persen buah dan sayur tanpa tambahan air, gula, maupun bahan pengawet. Rasa manis yang dihasilkan berasal dari kandungan alami buah-buahan yang digunakan dalam proses produksi.

Filosofi Baru yang Terinspirasi dari Alam

Melalui The New Cycle, Re.juve memperkenalkan identitas visual baru yang berlandaskan tiga pilar utama, yakni Health, Beauty, dan Youthfulness.

Ketiga pilar tersebut diwujudkan melalui simbol alam yang merepresentasikan nilai-nilai perusahaan, yakni tumbuhan (plants), bumi (earth), dan matahari (sun). Filosofi ini mengajak konsumen melihat wellness sebagai kebiasaan yang dibangun melalui pilihan-pilihan kecil yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Rahasia Tidur Nyenyak: Dari Jus Kiwi hingga Almond, Mana Favorit Kamu?

Konsep tersebut juga menjadi refleksi perjalanan Re.juve selama 12 tahun dalam mendorong gaya hidup sehat yang lebih mudah diakses dan menyenangkan.

Hadirkan Pengalaman Baru di Gerai

Salah satu perubahan paling mencolok dari transformasi ini terlihat pada desain gerai Re.juve yang kini tampil lebih terbuka dan interaktif.

Berkolaborasi dengan Helen Agustine Studio, Re.juve menghadirkan konsep ruang yang tidak lagi sekadar mengusung model grab-and-go, melainkan menjadi tempat yang mendorong interaksi dan pengalaman bagi pengunjung.

“Melalui konsep ini, kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat membeli produk, tetapi juga menjadi ruang yang mengundang orang untuk berhenti sejenak, mengeksplorasi, dan merasakan pengalaman yang ditawarkan Re.juve. Melalui desain yang lebih terbuka dan interaktif, kami berupaya menciptakan suasana yang lebih hangat, nyaman, dan dekat dengan keseharian konsumen,” ujar Helen Agustine.

Baca Juga: Banyak yang Suka, tapi Hati-Hati! 5 Makanan Ini Justru Bisa Merusak Ginjal

Untuk menghidupkan pengalaman tersebut, Re.juve juga menggandeng sejumlah kolaborator kreatif lokal, seperti Colored Instinct Studio, Rootsitech, Rappo, dan Forme. Berbagai instalasi yang ditampilkan menggabungkan unsur seni, desain, material daur ulang, hingga teknologi ramah lingkungan.

Pameran Re.juve Youthful Exhibit: The New Cycle of Re.juve dibuka untuk umum dan berlangsung hingga 31 Juli 2026.

Komitmen pada Keberlanjutan

Selain menghadirkan wajah baru, Re.juve juga menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan melalui dukungan ekosistem Great Giant Foods (GGF).

Head of Corporate Communications GGF, Putri Victor, mengatakan perusahaan menerapkan prinsip circular economy dalam berbagai proses bisnisnya.

“Mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses produksi, kami berupaya memastikan setiap tahapan dilakukan secara bertanggung jawab dan efisien. Dengan pendekatan ini, setiap produk Re.juve tidak hanya baik untuk dikonsumsi, tetapi juga dihadirkan melalui proses yang memperhatikan kualitas, keberlanjutan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari GGF, Re.juve memperoleh pasokan bahan baku dari ekosistem agrifood terintegrasi yang dikelola perusahaan.

Melalui transformasi The New Cycle, Re.juve ingin menunjukkan bahwa gaya hidup sehat tidak hanya tentang apa yang dikonsumsi, tetapi juga tentang pengalaman, lingkungan, dan kebiasaan yang dibangun secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.