PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset kripto yang kini berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 1 April 2026, resmi menginjak usia keenam tahun.

Dalam perjalanannya, PINTU terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri kripto Indonesia melalui inovasi produk, peningkatan layanan, serta komitmen terhadap edukasi masyarakat terkait aset digital dan teknologi blockchain.

Selama enam tahun terakhir, pertumbuhan PINTU tidak hanya terlihat dari sisi produk, tetapi juga dari adopsi pengguna yang terus meningkat.

SVP Strategy & Business PINTU, Andy Putra, menilai bahwa industri kripto di Indonesia kini memasuki fase yang lebih matang.

“Memasuki tahun keenam, kami melihat industri crypto di Indonesia semakin matang, baik dari ekosistem yang semakin lengkap, regulasi yang semakin jelas, hingga adopsi yang semakin masif. Hal ini juga tercermin dari peningkatan signifikan jumlah unduhan aplikasi PINTU yang kini telah mencapai lebih dari 11 juta kali,” ungkap Andy, dikutip dari keterangan resminya, Senin (20/4/2026).

Kemudian, Andy menambahkan bahwa performa produk PINTU juga menunjukkan tren positif. Hingga tahun 2026, platform ini telah menyediakan hampir 400 token, termasuk lebih dari 40 token dalam kategori tokenized asset.

Andy juga mengatakan, pertumbuhan pengguna pun tercatat signifikan secara tahunan (YoY), dengan jumlah pengguna terdaftar meningkat 79,29%, pengguna aktif naik 38,37%, serta pengguna trading bertambah 25,86%, seiring dengan meningkatnya volume transaksi.

Tidak hanya di pasar spot, kata dia, kinerja produk derivatif PINTU juga mengalami lonjakan tajam. Melalui fitur Pintu Futures, perusahaan mencatat pertumbuhan impresif pada awal tahun 2026.

“Di sisi derivatif, Pintu Futures juga mencatat kinerja yang sangat solid. Pada Kuartal I 2026, Pintu Futures menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan jumlah pengguna yang telah terverifikasi (KYC) meningkat hingga 401,00%, diikuti pertumbuhan pengguna existing sebesar 208,71% serta frekuensi order yang naik 91,61%,” jelas Andy.

Baca Juga: PINTU Bidik Pertumbuhan Double Digit, Bagikan Tips Investasi Kripto di Tengah Gejolak Global

Secara industri, data dari Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan bahwa sepanjang 2025 volume transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp482,23 triliun, dengan jumlah investor menyentuh 20,19 juta orang.

Meski nilai transaksi mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, jumlah investor justru terus bertumbuh, menandakan adopsi yang semakin luas di masyarakat.

Sebagai bentuk perayaan anniversary ke-6 sekaligus upaya mendorong partisipasi pengguna, PINTU menghadirkan kampanye bertajuk #SixcessfulYear.

Kampanye ini menghadirkan berbagai aktivitas menarik, mulai dari Sixcessful Trading Competition dengan total hadiah Rp105 juta, Community Quest Sixth & Beyond di platform Zealy Pintu, hingga berbagai giveaway di media sosial seperti X, Instagram, dan TikTok.

Rangkaian acara ini juga ditutup dengan live giveaway di YouTube bersama Aldi Taher.

Menutup pernyataannya, Andy menegaskan optimisme PINTU terhadap masa depan industri kripto di Indonesia.

“Enam tahun ini menjadi perjalanan yang sangat berharga bagi kami karena dapat berkontribusi nyata terhadap perkembangan industri aset crypto di Indonesia. Sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar resmi di Indonesia, kami punya harapan serta keyakinan besar bahwa industri crypto di Indonesia tidak hanya semakin besar dari segi jumlah transaksi dan adopsi, tetapi bisa lahir inovasi-inovasi yang use cases-nya bisa memiliki manfaat besar bagi masyarakat banyak,” tutupnya.

Baca Juga: PINTU Catat 1.400 Investor Kripto Masuk Segmen VIP, Ini Kriterianya