Sejak resmi hadir pada Oktober 2025, Purana Home menjadi langkah ekspansi yang menarik dari brand fashion Purana dalam memperluas ekspresi kreatifnya.
Tidak sekadar menghadirkan produk home living, Purana Home membawa identitas kuat yang berakar dari wastra Nusantara ke ranah yang lebih dekat dengan keseharian, yakni rumah dan pengalaman bersantap.
Managing Director Purana Home, Erika Amalia, menjelaskan bahwa lini ini lahir dari eksplorasi motif khas Purana Fashion yang diterjemahkan ke dalam medium baru.
“Kemarin kita sudah launching seri pertama dari Purana Home, yaitu tableware, yang berangkat dari motif pattern dari brand Purana Fashion yang kita kreasikan menjadi koleksi tableware dan textile accessories,” ungkap Erika, saat acara Festive Dining Experience Kartini Edition di Dailah Resto, Brawijaya, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2025).
Erika memaparkan, motif yang sebelumnya hadir dalam lini busana Purana kini ditransformasikan ke berbagai produk, seperti piring, mangkuk, hingga tekstil, tanpa kehilangan esensi naratifnya. Bagi Erika, setiap pola bukan sekadar ornamen, melainkan identitas yang menyimpan cerita.
“Pattern kami itu punya story, punya konsep yang kuat, yang lahir dari identity pattern fashion. Kami percaya apa yang kami hasilkan akan menjadi sesuatu yang timeless, karena ada cerita yang kuat di baliknya,” lanjutnya.
Dikatakan Erika, sejak awal, Purana Home tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga strategi pemasaran berbasis kolaborasi.
Erika mengungkapkan bahwa pihaknya ingin menggandeng mitra yang memiliki visi serupa, khususnya dalam mengangkat kekayaan wastra Nusantara.
Pertemuan dengan Dailah Sajian Kontemporer pun menjadi titik awal kolaborasi tersebut.

“Saat kita brainstorm, terasa pas banget. Purana ini berangkat dari perempuan, dan bertepatan dengan bulan April serta momen Hari Kartini, kita merasa menarik kalau membuat konsep resto takeover dengan tema Kartini sebagai highlight kuliner kolaborasi,” jelas Erika.
Menurutnya, kolaborasi ini bukan sekadar event, melainkan juga cara untuk mendekatkan produk dengan konsumen. Koleksi Purana Home tidak hanya dipamerkan, tetapi juga dapat langsung dibeli di lokasi.
“Kita berharap restoran Dailah ini bisa jadi outlet kita juga. Jadi orang bisa melihat, menyentuh, sekaligus membeli koleksi Purana Home secara langsung,” tambahnya.
Erika melanjutkan, sebagai brand yang relatif baru, Purana Home masih dalam tahap memperluas distribusi, termasuk menjajaki peluang masuk ke department store besar di Indonesia.
Saat ini, pembelian produk masih dapat dilakukan melalui layanan customer service resmi.
Namun, Erika mengakui bahwa tantangan terbesar terletak pada aksesibilitas, terutama karena karakter produk homeware berbeda dengan fashion.
“Kalau fashion, orang bisa yakin hanya dari foto. Tapi kalau homeware, you have to touch, you have to feel. Itu yang jadi tantangan kita, bagaimana membuat produk ini accessible untuk semua,” ungkapnya.
Karena itu, kolaborasi dengan restoran dinilai sebagai langkah strategis. Selain menghadirkan pengalaman langsung bagi konsumen, pendekatan ini juga membuka peluang ekspansi ke berbagai kota di masa depan.
Baca Juga: Kolaborasi Purana Home x Dailah Sajian Kontemporer, Angkat Konsep Home Living dan Kuliner Nusantara
Lebih lanjut, Erike menjelaskan, salah satu kekuatan utama Purana Home terletak pada desainnya yang sarat makna. Setiap motif tidak hanya mengedepankan estetika, tetapi juga membawa cerita yang berakar dari identitas fashion Purana.
“Pattern kita itu punya story. Ada konsep kuat yang lahir dari identity pattern fashion. Kita percaya apa yang kita hasilkan akan menjadi sesuatu yang timeless, karena ada very powerful story behind the pattern,” jelas Erika.
Untuk koleksi perdana, Purana Home mengusung palet warna putih dan biru yang dianggap universal serta lekat dengan tradisi porcelain klasik.
Ke depan, kata Erika, koleksi pun akan dikembangkan ke berbagai varian warna lain, seperti pink, putih, hingga hitam, yang tetap terinspirasi dari lini fashion Archipelago milik Purana.

Meski pasar home living kerap diasosiasikan dengan perempuan, Purana Home memiliki visi yang lebih inklusif. Produk mereka dirancang agar dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.
“Kalau kita bicara home living, itu sesuatu yang dipakai sehari-hari. Jadi kita ingin semua orang bisa menjangkau dan menggunakan produk kita. Walaupun memang, kita sadar market terbesar tetap perempuan,” ujar Erika.
Erika menambahkan, ketertarikan terhadap desain menjadi faktor utama yang melampaui batas usia maupun demografi.
“Kalau seseorang punya passion terhadap desain, pasti akan suka dengan produk kita,” tutupnya.
Ke depan, Purana Home berharap dapat berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan industri home living di Indonesia melalui produk-produk yang terinspirasi dari kekayaan budaya lokal.
“Kami berharap Purana Home bisa menjadi salah satu penopang industri home living Tanah Air dan ke depannya menghadirkan lebih banyak lagi produk yang terinspirasi dari kekayaan Nusantara,” pungkas Erika.
Baca Juga: Kolaborasi Purana dan Sutjipto Adi Lahirkan Mahakarya Fesyen Berbalut Seni Rupa