Pengalaman dan Keahlian

Selama perjalanan kariernya, Antonius Widodo Mulyono menguasai berbagai bidang, mulai dari commercial & SME banking, retail banking, branch banking management, strategi pemasaran, hingga asuransi umum dan asuransi jiwa. Kombinasi keahlian ini menjadikannya figur yang adaptif terhadap perubahan industri keuangan.

Penghargaan dan Representasi Institusi

Hingga kini, Antonius Widodo Mulyono belum tercatat menerima penghargaan atas nama pribadi. Namun, pada September 2025, ia pernah mewakili BCA dalam menerima penghargaan dari OJK. Kepercayaan tersebut mencerminkan kontribusi dan perannya dalam program strategis perusahaan.

Berkat dedikasi BCA dalam edukasi keuangan, perseroan berhasil meraih empat penghargaan bergengsi dari OJK. Tiga di antaranya diperoleh dalam Financial Literacy Award 2025, sementara satu penghargaan diraih melalui KEJAR Award 2025. Prestasi ini mengukuhkan posisi BCA sebagai pelopor literasi dan inklusi keuangan nasional.

Antonius Widodo Mulyono menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi BCA untuk terus berinovasi dan menghadirkan program edukasi keuangan yang berdampak luas dan berkelanjutan.

Pesan dan Tips Sukses

Dikutip dari laman resmi UGM, Antonius Widodo Mulyono pernah membagikan pandangannya mengenai tips sukses dalam meniti karier. Menurutnya, growth mindset merupakan fondasi utama agar seseorang tetap adaptif dan resilien dalam menghadapi perubahan, termasuk saat ia harus melewati terpaan krisis ekonomi pada 1998 silam.

Ia juga menekankan pentingnya kemauan untuk terus belajar lintas generasi serta keberanian untuk bertanya kepada mereka yang lebih muda. Baginya, perkembangan zaman menuntut setiap individu, termasuk pemimpin senior, untuk tetap rendah hati dan terbuka.

Selain itu, kata dia, peningkatan emotional intelligence dinilai krusial agar seorang profesional mampu menerima masukan dan berkembang secara berkelanjutan.

Antonius Widodo Mulyono juga menyarankan agar setiap individu memiliki faktor pembeda yang dapat menjadi keunikan, menyusun action plan dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Timely), serta senantiasa menjunjung tinggi nilai integritas, etika, dan inklusivitas.

Ia juga mengingatkan bahwa pemimpin yang berhenti belajar berisiko terjebak dalam sikap arogansi.

“Yang namanya enhance learning agility, belajar terus-menerus, itu adalah sebuah keniscayaan bagi seorang pemimpin. Tidak pernah kemudian, sudah, setop saya di sini. Kalau sudah terjadi seperti itu, enggak humble lagi,” tegasnya.

Selain itu, dikutip dari Olenka, Antonius Widodo Mulyono juga menekankan bahwa generasi muda perlu menyadari bahwa hidup adalah sebuah perjuangan yang tidak selalu berjalan mulus. Menurutnya, realitas kehidupan kerap berkelok dan penuh tantangan, sehingga dibutuhkan keberanian dan daya juang untuk menaklukkannya.

“Kesadaran bahwa hidup adalah realita, kita harus memenangkan realita itu. Memang harus punya daya juang,” ujarnya.

Ia menambahkan, generasi muda tidak boleh mudah mengeluh atau bersikap manja dalam menghadapi tantangan. Sikap cengeng, menurutnya, justru akan menyulitkan seseorang untuk bertahan dan berkembang.

“Saya selalu bilang ke anak-anak saya, jangan jadi anak cengeng. Dalam hidup, yang dicita-citakan, yang diharapkan, yang kemudian menjadi kenyataan, itu enggak sampai lima persen. Terimalah bahwa ini adalah realita, dan kamu harus memenangkan itu,” pungkasnya.

Baca Juga: Petinggi BCA Bicara Soal Tiga Kunci Utama Jadi Pemimpin Masa Depan yang Hebat