Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Binsar Pandjaitan mengatakan, Presiden Prabowo Subianto segera meresmikan Government Technology (GovTech). Rencananya peresmian dilakukan pada momen hari ulang tahun kemerdekan Indonesia pada 17 Agustus 20025 mendatang.
Luhut mengatakan, dengan adanya peresmian tersebut maka aplikasi di seluruh kementerian dan lembaga bakal terintegrasi sehingga dapat dikontrol lewat satu pintu. Hal ini diyakini dapat menggenjot kinerja kementerian atau lembaga sekaligus untuk menekan korupsi. Tak hanya itu, lewat program ini pemerintah juga memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdampak optimal bagi masyarakat.
Baca Juga: Menteri Hukum: Revisi UU TNI Inisiatif DPR Bukan Desakan Prabowo
Menurut Luhut program GovTech memiliki sejumlah keunggulan dan terobosan, salah satunya kewajiban setiap keluarga memiliki rekening bank agar penyaluran bantuan sosial bisa tepat sasaran.
"Presiden 17 Agustus ingin meresmikan atau launching nanti program government technology ini yang akan nanti menyatukan semua apps yang ada di kementerian lembaga sehingga dengan demikian akan terjadi efisiensi dan juga pengurangan korupsi," kata Luhut dilansir Olenka.id Kamis (20/3/2025).
Sementara itu Anggota DEN yang juga ahli kemiskinan Arief Anshory Yusuf, menyebutkan bahwa MBG berpotensi menciptakan hingga 1,9 juta lapangan kerja baru sekaligus menekan angka kemiskinan hingga 5,8 persen.
"Program ini sangat bagus sekali dalam konteks projob. Jadi, menciptakan lapangan pekerja baru itu sampai 1,9 juta, lalu kemudian kemiskinan itu bisa berkurang sampai menjadi 5,8 persen," katanya.
Lebih lanjut, DEN mengusulkan sejumlah langkah penguatan implementasi MBG. Mulai dari melakukan business process review, audit rutin oleh BPKP, hingga melibatkan masyarakat dalam pengawasan agar rantai pasok tetap terjaga dan tidak terjadi kebocoran.
Baca Juga: Diisukan Mundur dari Kabinet Prabowo, Sri Mulyani Terlihat Enjoy-Enjoy Saja!
"Tapi sekali lagi intinya ini mari kita jaga bersama. Karena ini flagship kita, flagship bangsa ini," tutur Arief.