Presiden Prabowo Subianto blak-blakan mengungkap awal mula dirinya mempercayai Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Prabowo mengaku semula tidak mengenal Amran, bahkan menyebut sang menteri bukan berasal dari partai politiknya.

Namun, pandangan Prabowo berubah setelah beberapa kali mendengar pemikiran Amran. Ia menilai ada kecocokan dengan gagasan yang ingin dijalankan pemerintah.

“Saya tadinya nggak kenal dia. Dia bukan partai saya. Benar-benar saya tidak kenal Pak Amran. Tapi saya dua-tiga kali saya lihat pemikiran pidato dia, ini cocok,” ujar Prabowo saat berdialog dengan sejumlah jurnalis senior, pimpinan media dan pakar di Hambalang, Bogor, dikutip Jumat (18/09/2026).

Kemudian, Prabowo memuji kinerja Amran dalam membantu pemerintah mengejar target swasembada pangan.

Baca Juga: Prabowo saat Ditanya Soal Risiko Politik: Orang Lapar Gak Bisa Nunggu Lama

Menurut Prabowo, pemerintah semula memberikan waktu hingga empat tahun untuk mencapai target tersebut. Namun, ia menyebut hasil yang dicapai tim pertanian membuat target itu dapat dikejar lebih cepat.

“Saya tadinya kasih waktu suasana pangan empat tahun. Tapi terus terang saja saya harus mengakui, saya punya tim pertanian, saya punya Menteri Pertanian yang hebat. Saya beruntung,” kata Prabowo.

Ia menilai capaian tersebut menjadi sesuatu yang luar biasa karena target yang awalnya diperkirakan membutuhkan waktu empat tahun disebut bisa dicapai dalam satu tahun.

“Dari empat tahun, dia bisa hasilkan swasembada satu tahun. Ini kan luar biasa,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menyinggung pihak-pihak yang menurutnya masih enggan mengakui capaian tersebut. Namun, ia mengatakan hal itu tidak akan mengubah fokusnya.

“Saya kerja untuk rakyat, itu saja,” tegasnya.

Baca Juga: Sekelas Prabowo Saja Keteteran Urus Negara, Emang Kalian Nggak Malu Caperkan Gibran di 2029?

Bagi Prabowo, swasembada pangan bukan hanya soal keberhasilan sebuah program pemerintah. Ketahanan pangan juga dinilai penting untuk menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian.

Ia menyinggung konflik di berbagai kawasan yang dapat memengaruhi kondisi pangan dan ekonomi dunia.

“Kalau perang di Timur Tengah dan di mana-mana, kalau kita nggak swasembada pangan, bagaimana coba?” kata Prabowo.

Karena itu, Prabowo menilai percepatan swasembada pangan menjadi langkah penting yang harus terus dikerjakan pemerintah.

Ia pun mengatakan, dirinya merasa beruntung memiliki tim pertanian yang menurutnya mampu membantu pemerintah mengejar target tersebut.