Presiden Prabowo Subianto tak menampik ada risiko politik ketika pemerintah memilih menggeber sejumlah program prioritas secara bersamaan. Namun, bagi Prabowo, risiko tersebut merupakan bagian dari keputusan yang harus diambil pemerintah demi mengejar target yang dianggap mendesak.

Hal itu disampaikan Prabowo saat berdialog dengan sejumlah jurnalis senior, pimpinan media dan pakar di Hambalang, Bogor. Dalam dialog tersebut, Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV Rivana Pratiwi menanyakan apakah Prabowo telah menghitung risiko politik dari keputusan menjalankan berbagai program prioritas secara bersamaan.

Rivana menyinggung sejumlah program yang dikebut pemerintah, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, swasembada pangan hingga swasembada energi.

Ia juga menanyakan soal hasil sejumlah survei yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah berada di kisaran 40-50 persen.

Prabowo pun menjawab santai. Menurutnya, setiap keputusan memang memiliki risiko dan dirinya siap menghadapi konsekuensi dari pilihan tersebut.

“Hidup adalah selalu risiko. Anda naik mobil itu risiko. Iya kan? Apakah Anda yakin naik mobil Anda tidak tertabrak? Everything has a risk,” ujar Prabowo dikutip dari sebuah video di YouTube Prabowo Subianto pada Jumat (18/09/2026).

Baca Juga: Ini Dia Bukti-Bukti Prabowo Ogah Lindungi Koruptor...

Namun, Prabowo menegaskan ada alasan mengapa dirinya memilih tidak menunggu terlalu lama dalam menjalankan program-program tersebut.

“Orang lapar itu nggak bisa nunggu lama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengaku tidak menerima jika masih ada masyarakat Indonesia yang kelaparan, terlebih Indonesia merupakan negara anggota G20.

“Orang lapar di negara seperti kita yang berani masuk G20, saya pribadi saya tidak terima. Jadi kalau Anda bilang saya ngegas, iya,” kata Prabowo.

Menurutnya, percepatan program bukan semata-mata soal mengejar pencapaian politik. Ia menyebut kebutuhan masyarakat menjadi alasan utama pemerintah bergerak cepat.

Baca Juga: Sekelas Prabowo Saja Keteteran Urus Negara, Emang Kalian Nggak Malu Caperkan Gibran di 2029?

Salah satu yang kemudian disoroti Prabowo adalah program swasembada pangan. Ia mengaku awalnya memberikan waktu hingga empat tahun untuk mencapai target tersebut.

Namun, Prabowo menyebut target itu bisa dicapai lebih cepat berkat kinerja tim pertanian di bawah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

“Saya tadinya nggak kenal dia. Dia bukan partai saya. Benar-benar saya tidak kenal Pak Amran. Tapi saya dua-tiga kali saya lihat pemikiran pidato dia, ini cocok,” ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan target yang semula diperkirakan membutuhkan waktu empat tahun dapat dicapai dalam satu tahun.

“Dari empat tahun, dia bisa hasilkan swasembada satu tahun. Ini kan luar biasa,” katanya.

Meski demikian, Prabowo mengaku kecewa karena masih ada pihak yang menurutnya enggan mengakui capaian tersebut.

“Saya kerja untuk rakyat, itu saja,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan dirinya tidak ingin terlalu memikirkan risiko politik dari kebijakan yang diambil. Menurut Prabowo, yang lebih penting adalah memastikan program pemerintah berjalan dan memberikan dampak kepada masyarakat.

“Bagi saya dan tim saya dan menteri-menteri saya, risiko ada, tapi saya percaya dengan evidence dan kebenaran,” tuturnya.