Kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam pelantikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru kembali menyita perhatian publik. Momen tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah posisi duduk Gibran dalam Sidang Kabinet Paripurna menuai berbagai spekulasi di media sosial.
Pada pelantikan yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026), Gibran tampak mengenakan jas hitam, dasi biru, dan peci hitam. Ia berdiri di sisi kanan Presiden Prabowo Subianto, bersebelahan dengan Ketua MPR Ahmad Muzani dan sejumlah pejabat tinggi negara lainnya.
Presiden Prabowo dan Gibran memasuki ruang utama Istana Negara sekitar pukul 15.09 WIB. Keduanya kemudian mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari pengambilan sumpah jabatan hingga pemberian ucapan selamat kepada Sudaryono yang resmi dilantik sebagai Kepala BGN.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) dan Prof. Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur URI.
Namun, perhatian publik tampaknya masih tertuju pada posisi Gibran dalam sejumlah agenda kenegaraan terakhir. Sebelumnya, saat Sidang Kabinet Paripurna pada Senin (20/7/2026), putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu tidak duduk berdampingan dengan Presiden Prabowo sebagaimana lazimnya.
Kala itu, Gibran justru terlihat duduk di barisan yang sama dengan para menteri, tepat di samping Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Formasi tersebut memicu beragam spekulasi di media sosial, mulai dari isu perubahan peran hingga dugaan keretakan hubungan politik di lingkaran pemerintahan.
Baca Juga: Kans Prabowo Gandeng Gibran di Pilpres 2029 Cuma 30 Persen
Menanggapi hal tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan bahwa pengaturan posisi dalam sidang kabinet maupun acara kenegaraan semata-mata didasarkan pada pertimbangan teknis.
"Kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," ujar Prasetyo kepada wartawan.
Baca Juga: Hmm... Ternyata Gibran Masih Sulit Diterima Publik
Ia menjelaskan, dalam Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Prabowo sengaja ditempatkan di posisi tengah untuk memudahkan penggunaan teleprompter sekaligus menjaga kontak mata dengan seluruh peserta rapat.
Dengan penjelasan tersebut, Istana menepis berbagai spekulasi yang berkembang terkait posisi Wakil Presiden. Pemerintah menegaskan, tidak ada perubahan kedudukan maupun pengurangan peran konstitusional Gibran Rakabuming Raka dalam pemerintahan.