Adopsi Kripto Global Meningkat Pesat
Di kesempatan yang sama, Chief Marketing Officer PINTU, Timothius Martin, menjelaskan bahwa peluncuran PINTU VIP tidak terlepas dari pertumbuhan pesat industri kripto secara global dalam beberapa tahun terakhir.
“Selama tiga tahun terakhir, adopsi kripto secara global bergerak sangat masif. Pada 2024 jumlah pengguna kripto di dunia sekitar 600 juta orang, dan pada 2026 sudah mencapai lebih dari 1 miliar orang yang memiliki kripto. Artinya hampir dua kali lipat dalam waktu relatif singkat,” ungkap Timothius.
Menurut pria yang akrab disapa Timo ini, salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut adalah meningkatnya partisipasi institusi besar di pasar kripto.
“Adopsi dari institusi besar menjadi salah satu faktor yang membuat pasar kripto berkembang sangat pesat secara global,” katanya.
Timothius melanjutkan, tren positif juga terlihat di Indonesia. Sepanjang 2025, jumlah investor kripto di Tanah Air mencapai sekitar 20 juta pengguna dengan nilai transaksi yang signifikan.
“Tahun 2025 kemarin, total pengguna kripto di Indonesia mencapai sekitar 20 juta orang, dengan volume transaksi tahunan mencapai Rp483 triliun. Industri kripto menjadi salah satu kontributor penting dalam aktivitas pasar digital saat ini,” jelas Timothius.

Ia pun menilai pertumbuhan tersebut didukung oleh regulasi yang semakin jelas serta ekosistem industri yang semakin matang.
“Indonesia saat ini memiliki framework regulasi yang sangat jelas. Bahkan menurut saya, di Asia Tenggara mungkin Indonesia termasuk yang paling jelas dalam hal pengaturan industri kripto,” tambahnya.
Selain itu, kontribusi industri kripto terhadap penerimaan negara juga meningkat, dengan pajak kripto di Indonesia yang tercatat telah mendekati Rp2 triliun.
Timothius memaparkan, sejak diluncurkan pada masa pandemi Covid-19 pada 2020, PINTU terus mengembangkan ekosistemnya. Saat ini platform tersebut menyediakan lebih dari 300 aset kripto serta lebih dari 50 kontrak futures.
Selain itu, saat ini, PINTU juga menghadirkan inovasi tokenized assets, yang memungkinkan pengguna berinvestasi pada aset dunia nyata dalam bentuk token digital.
“Sekarang di PINTU, pengguna tidak hanya bisa berinvestasi pada token kripto saja, tetapi juga pada real world assets seperti emas, mineral, hingga saham perusahaan global seperti Tesla, Google, dan Meta dalam bentuk tokenized asset,” ujar Timothius.
Di sisi edukasi dan komunitas, PINTU juga mengembangkan berbagai platform informasi dan pembelajaran. PINTU News kini mencatat sekitar 1,6 juta pengunjung per bulan, sementara PINTU Akademi memiliki sekitar 200 ribu pengunjung bulanan yang mempelajari kripto dari tingkat dasar hingga lanjutan.
Secara keseluruhan, lanjut dia, ekosistem komunitas PINTU di berbagai kanal digital telah mencapai lebih dari satu juta anggota.
Baca Juga: Perketat Manajemen Risiko Trading Derivatif Kripto, PINTU Futures Hadirkan 5 Fitur Unggulan