Ia pun menambahkan bahwa ketika tujuan keuangan bersifat jangka panjang, investor sebaiknya mulai mempertimbangkan instrumen yang memiliki potensi memberikan pertumbuhan nilai aset (capital gain) maupun menghasilkan arus kas (cash flow).

Dengan demikian, kata dia, dana yang dimiliki memiliki peluang berkembang lebih optimal dibandingkan hanya disimpan di tabungan atau deposito.

Meski demikian, Melvin memahami bahwa tidak semua orang memiliki pengetahuan yang cukup mengenai berbagai instrumen investasi.

Karena itu, Melvin menekankan pentingnya meningkatkan literasi keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.

"Untuk investasi jangka yang lebih panjang, aku saranin yang capital gain atau juga yang cash flow. Tapi kalau belum paham investasi seperti itu, pilihannya kamu belajar atau konsultasi," katanya.

Ia juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan konsultasi keuangan apabila masih ragu menentukan instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.

Baca Juga: 3 Kebiasaan Orang Sukses dan Makmur yang Diungkap Pakar Keuangan dan Investasi