Growthmates, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dilirik masyarakat. Di tengah dinamika pasar dan berbagai pilihan aset investasi, emas dinilai tetap memiliki daya tarik karena karakteristiknya sebagai aset yang relatif netral dan memiliki nilai yang diakui secara global.
Financial Planner Aliyah Natasya, CFP®, IFP®, WMI, mengungkapkan 3 alasan yang membuatnya tetap yakin untuk berinvestasi emas. Salah satunya adalah masih kuatnya minat pembelian emas dari bank sentral di berbagai negara.
“Ini tiga hal yang bikin aku tetap yakin untuk investasi emas. Yang pertama, bank sentral di dunia tetap melakukan belanja emas. Bahkan mereka belanja 289 ton hanya dalam waktu tiga bulan aja,” tutur Aliyah, sebagaimana Olenka kutip dari laman Instagram pribadinya @aliyah.natasya, Minggu (6/9/2026).
Menurut Aliyah, aktivitas pembelian oleh bank sentral menjadi salah satu indikator yang menunjukkan bahwa emas masih dipandang sebagai aset strategis dalam pengelolaan cadangan devisa.
Dengan kata lain, kata dia, bukan hanya investor ritel yang melihat emas sebagai aset yang menarik, tetapi juga institusi besar di tingkat global.
Alasan kedua yang membuat Aliyah optimistis terhadap emas adalah meningkatnya aliran dana ke ETF emas di kawasan Asia.
“Yang kedua, ETF emas di Asia baru saja mencatatkan rekor sepanjang sejarah. Terdapat inflow sebesar 12 miliar rupiah hanya dalam semester pertama di 2026 ini,” kata Aliyah.
Menurutnya, meningkatnya aliran dana tersebut menunjukkan adanya minat yang kuat terhadap instrumen investasi berbasis emas.
ETF atau Exchange Traded Fund sendiri memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap harga emas melalui instrumen yang diperdagangkan di pasar modal.
Tak hanya di tingkat Asia, menurut Aliyah, permintaan emas di Indonesia juga menunjukkan peningkatan signifikan.
“Dan di Indonesia sendiri, permintaan untuk emas malah melonjak sebesar 40% year on year,” ujarnya.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa emas masih memiliki tempat di tengah pilihan investasi masyarakat Indonesia, baik dalam bentuk instrumen keuangan maupun emas fisik.
Baca Juga: Tak Perlu Simpan Emas Batangan, Kenali ETF Emas dan Cara Investasinya