Meningkatnya permintaan dari wisatawan asing juga berdampak pada kenaikan harga kamar hotel. Rata-rata tarif yang dibayarkan tamu mencapai US$226 per malam atau naik sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tarif tertinggi tercatat pada Juli dengan rata-rata mencapai US$241 per malam.
Tak hanya itu, lama menginap wisatawan juga mengalami peningkatan. Rata-rata tamu memesan hotel selama 3,1 malam atau naik sekitar 3 persen dibandingkan tahun lalu. Durasi tersebut menjadi yang terpanjang di Asia, sejajar dengan Thailand.
Country Manager SiteMinder Indonesia, Fifin Prapmasari, mengatakan perlambatan yang terjadi pada pertengahan tahun tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi industri perhotelan di Indonesia.
Menurutnya, tingginya permintaan dari wisatawan internasional justru menunjukkan peluang besar yang masih dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri.
"Kondisi pertengahan tahun yang cenderung lebih tenang tidak sepenuhnya menggambarkan situasi industri perhotelan di Indonesia. Di balik perlambatan tersebut, kami melihat permintaan dari wisatawan internasional tetap kuat, serta harga kamar dan lama menginap juga terus meningkat,” beber Fifin, dikutip dari keterangan resminya, Rabu (8/7/2026).
“Ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak mengurangi aktivitas bepergian, melainkan menjadi lebih selektif dalam menentukan destinasi dan waktu perjalanan mereka. Artinya, periode pertengahan tahun masih menyimpan peluang yang besar bagi hotel-hotel di Indonesia," sambungFifin.
Fifin menambahkan, perubahan perilaku wisatawan menuntut pelaku industri perhotelan untuk lebih adaptif dalam menyusun strategi bisnis.
Pemanfaatan teknologi, menurutnya, menjadi kunci agar hotel mampu merespons dinamika pasar secara cepat dan tepat.
"Untuk memanfaatkan peluang tersebut, hotel perlu memahami perubahan perilaku pasar dan mengetahui dari mana permintaan datang, sehingga dapat mengambil keputusan dengan cepat. Teknologi kini menjadi kebutuhan penting bagi industri perhotelan,” tutur Fifin.
“Dengan teknologi yang tepat, hotel dapat memperoleh informasi pasar secara real time dan menyesuaikan strategi penjualan maupun distribusi kamar dengan lebih cepat ketika tren permintaan berubah," tandasnya.
Baca Juga: SiteMinder Ungkap Tren Perjalanan 2026 dan Luncurkan Platform Canggih Siap Pakai