Melihat kurangnya pemahaman masyarakat terhadap produk dan manfaat asuransi, Avrist Group melalui PT Avrist Assurance menyelenggarakan Avrist Group Financial Forum 2026 bertajuk “Synergy for Sustainable Growth: Driving Transformation through Quality, Service, and Compliance”. Forum strategis yang menghadirkan asosiasi, pelaku industri, mitra bisnis, serta nasabah untuk membahas transformasi industri jasa keuangan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Direktur Bisnis PT Avrist Assurance, Aldi Rinaldi, mengungkapkan bahwa forum ini merupakan bentuk komitmen Avrist Group One Avrist, One Solution. Forum ini bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas bisnis sekaligus menghadirkan solusi finansial terintegrasi.
Baca Juga: DPLK Avrist Luncurkan SiPURNA: Solusi Perencanaan Pensiun Mandiri
“Melalui forum ini, kami ingin bertransformasi menjadi mitra finansial yang terpercaya, sekaligus menghadirkan inspirasi dan wawasan bagi perkembangan industri jasa keuangan,” ujar Aldi dalam sambutan di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Yulius Bhayangkara, menyebut bahwa indeks literasi asuransi Indonesia terus menunjukkan peningkatan, mencapai 45,45%, sedangkan tingkat inklusi asuransi naik menjadi 28,50% pada 2025. Menurutnya, industri harus tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan literasi industri.
“Jika tetap relevan, kita bisa membangun engagement. Dari engagement itu kita dapat memberikan nilai tambah, dan pada akhirnya mampu menghadirkan solusi serta layanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Melalui forum ini, Avrist Assurance juga memperkenalkan jajaran Komisaris dan Direksi yang baru yang meliputi Prof. Rhenald Kasali, Ph.D. sebagai Presiden Komisaris PT Avrist Assurance, Agus Setiawan sebagai Direktur Keuangan PT Avrist Assurance, serta Aldi Rinaldi sebagai Direktur Bisnis PT Avrist Assurance. Langkah ini diambil untuk mempercepat inovasi dan memperluas penetrasi pasar.
Presiden Komisaris PT Avrist Assurance, Rhenald Kasali, menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan, pemahaman terhadap perubahan perilaku masyarakat, perkembangan teknologi, serta penguatan kepercayaan sebagai fondasi utama keberlanjutan industri, khususnya di sektor asuransi.
“Ekonomi dan bisnis seringkali jatuh bukan karena angka, tetapi karena kehilangan trust. Karena itu, kita tidak boleh berhenti berinovasi dan harus terus relevan agar bisa memberikan nilai serta solusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya
Direktur Keuangan PT Avrist Assurance, Agus Setiawan, menilai potensi pertumbuhan industri asuransi menjadi sinyal positif bagi pelaku industri sekaligus momentum bagi pelaku jasa keuangan untuk terus memperkuat fundamental bisnis.
“Kami menempatkan sinergi finansial, operasional, dan digital sebagai fondasi utama dalam memperkuat daya saing Avrist Group. Dengan tata kelola yang kuat serta inovasi berkelanjutan, kami optimistis dapat terus memberikan nilai tambah jangka panjang bagi nasabah, mitra bisnis, dan industri jasa keuangan nasional,” tambahnya.