Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengeklaim program andalan kementerian yang ia pimpin yakni program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) masih terus dikebut, Trenggono mengatakan saat ini pembangunan Kampung Nelayan tahap pertama telah mencapai 50 persen. 

Progress program tersebut saat ini telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas  di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/2/2026). Dia berharap program yang menyasar 65 lokasi itu rampung dalam waktu dekat. 

Baca Juga: Purbaya Respons Sentilan Menteri Sakti Wahyu Trenggono

“Progres sudah 50 persen,” kata Trenggono dilansir Jumat (13/2/2026). 

Adapun Program Kampung Nelayan Merah Putih  tersebar di sejumlah kawasan pesisir Indonesia, setelah tahap pertama tuntas pembangunan dilanjut pada tahap kedua yang rencananya bakal menyasar 35 lokasi. Total Kementerian Kelautan dan Perikanan menarget 1.000 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih. 

Adapun tujuan dari program tersebut adalah mentransformasikan kampung nelayan dan kawasan pesisir menjadi lebih modern, produktif, dan terintegrasi. Dengan begitu diharapkan kesejahteraan warga pesisir ikut terkatrol melalui pembangunan sarana dan prasarana perikanan dari hulu hingga hilir, penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan kewirausahaan. Selain itu, program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif.

Dalam rapat yang sama, Trenggono juga melaporkan progres pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

 “Kemudian kita laporkan pembangunan tambak di Waingapu sudah dalam progres,” katanya.

Tambak ini dikembangkan dengan konsep integrated shrimp farming (ISF) di lahan seluas sekitar 2.150 hektare, berlokasi di Desa Palakahembi dan Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai.

Proyek dengan nilai investasi sekitar US$ 500 juta atau setara Rp 7,2 triliun ini ditargetkan memproduksi hingga 55 ton per hektare per siklus, dengan produksi mencapai 52.800 ton udang per tahun.

Baca Juga: Ini Alasan PKS Belum Dukung Prabowo 2 Periode

Kawasan tersebut dirancang sebagai role model budidaya udang nasional yang modern, ramah lingkungan, dan berdaya saing global, guna memperkuat posisi Indonesia sebagai eksportir komoditas perikanan.