Growthmates, kinerja tinggi sering diasosiasikan dengan kerja ekstrem, mencakup bangun sangat pagi, jadwal super padat, dan disiplin tanpa kompromi. Seolah-olah kesuksesan hanya bisa diraih dengan mengorbankan energi dan kehidupan pribadi.
Namun, buku ‘High Performance Habits’ karya Brendon Burchard menawarkan perspektif berbeda. Kinerja tinggi, menurutnya, bukan tentang bekerja sampai kelelahan, melainkan tentang membangun kebiasaan yang melindungi kejernihan pikiran, energi, dan tujuan hidup.
Burchard, melalui riset bertahun-tahun terhadap para profesional dan pemimpin di berbagai bidang, menemukan bahwa orang-orang berprestasi tinggi bukanlah mereka yang paling sibuk atau paling stres. Mereka justru orang-orang yang paling terencana dan konsisten.
Dan, berikut 10 pelajaran penting dari buku ini yang dapat membantu siapa pun mencapai performa tinggi tanpa kehilangan diri sendiri.
1. Kinerja Tinggi Dibangun dari Konsistensi, Bukan Ledakan Motivasi
Kesuksesan jarang lahir dari usaha besar yang dilakukan sesekali. Orang berkinerja tinggi tidak menunggu motivasi datang. Mereka hadir dan bekerja secara konsisten, bahkan pada hari-hari biasa.
Fokus mereka adalah tindakan kecil yang bisa diulang terus-menerus hingga menghasilkan kemajuan jangka panjang. Konsistensi mengalahkan semangat sesaat.
2. Kejelasan Tujuan Lebih Kuat daripada Motivasi
Motivasi mudah naik turun, tetapi kejelasan tujuan bertahan lebih lama. Orang dengan kinerja tinggi tahu apa yang mereka lakukan dan mengapa hal itu penting.
Ketika arah sudah jelas, keputusan menjadi lebih mudah dan energi tidak terbuang untuk kebingungan. Kejelasan menciptakan momentum secara alami.
3. Mengelola Energi Lebih Penting daripada Mengelola Waktu
Waktu setiap orang sama, tetapi energi berbeda-beda. Burchard menekankan pentingnya menjaga energi fisik, mental, dan emosional.
Orang berprestasi tinggi menjaga kualitas tidur, pola makan, aktivitas fisik, dan kesehatan emosional mereka. Tanpa energi yang cukup, manajemen waktu terbaik pun tidak akan efektif.
4. Kepercayaan Diri Lahir dari Menepati Janji pada Diri Sendiri
Kepercayaan diri bukan sekadar berpikir positif atau mendapat pengakuan orang lain. Kepercayaan diri tumbuh ketika seseorang konsisten menepati komitmen kecil pada dirinya sendiri.
Setiap janji kecil yang ditepati membangun rasa hormat terhadap diri sendiri, yang pada akhirnya menjadi sumber kepercayaan diri yang kuat dan stabil.
Baca Juga: 10 Pelajaran yang Dapat Dipetik dari Buku 'How We Learn' Karya Stanislas Dehaene