Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan marah besar atas pengeroyokan yang membuat Bambang Setiyawan seorang pedagang cermin di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat meninggal dunia. Pengeroyokan yang dilakukan kelompok tak dikenal itu terjadi dalam kerusuhan pasca unjuk rasa 27 Agustus lalu.

Anies Baswedan mendesak aparat penegak hukum untuk memburu seluruh pelaku dan mengganjar mereka dengan hukuman setimpal, eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu  mengatakan penangkapan para pelaku sebenarnya tak sulit dilakukan mengingat peristiwa itu direkam banyak pihak, video-video amatir yang menangkap tragedi itu kini berseliweran di media sosial. 

Baca Juga: Markas Hercules Cs Kebakaran di Tengah Isu Keterlibatan Grib Jaya dalam Kerusuhan Demo 27 Agustus

"Kita semua tahu, ada jenazahnya, ada video rekaman peristiwaannya. Nah, jangan sampai kita tidak melihat tindak lanjutnya. Jangan sampai tidak tuntas pengusutannya," kata Anies Baswedan dilansir Olenka.id Rabu (2/9/2026). 

Anies mengatakan apabila aparat negara sengaja mendiamkan peristiwa ini, maka kejadian brutal ini bakal terulang di kemudian hari, untuk itu dia sekali lagi meminta supaya aparat penegak hukum mengusut kasus ini dengan sungguh-sungguh. 

"Bila didiamkan, maka kejadian ini akan bisa berulang, berulang, dan berulang. Negara tidak boleh kalah dengan pembunuh dan negara tidak boleh kalah dengan para perusak hukum,” tegasnya. 

“Usut tuntas para pelaku pengeroyokan yang menewaskan Pak Bambang Setiyawan!” tambahnya. 

Anies sendiri telah mengunjungi keluarga korban, dia mengaku sangat prihatin melihat kondisi keluarga almarhum setelah ditinggal pergi untuk selamanya. 

"Semalam saya takziah dan jumpa dengan keluarga almarhum Pak Bambang Setiawan. Ceritanya amat mengenaskan,” ujarnya.

Adapun kerusuhan pasca demo 27 Agustus lalu sempat dihubung-hubungkan dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Jaya.

Ormas besutan Rosario de Marshal alias Hercules itu disebut-sebut sebagai salah satu biang kerok kerusuhan itu. Bahkan aksi pengeroyokan yang berujung tewasnya Bambang juga sempat dikaitkan dengan ormas kontroversial itu.  

Namun tudingan itu dibantah tegas Sekretaris Jenderal DPP GRIB Jaya H. Zulfikar. Dia  mengatakan anggota GRIB Jaya yang berada di lokasi bertugas sebagai Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa (Pam Swakarsa) untuk membantu aparat. Mereka sama sekali tidak bikin onar apa lagi melakukan pengeroyokan. 

"Hari ini ada yang memainkan narasi agar memusuhi GRIB, katanya ada yang meninggal dipukulin. Itu bukan GRIB yang pukulin, itu pendemo yang mukulin. Korban yang meninggal itu berada di tempat berbeda dengan lokasi Pam Swakarsa,” ujar Zulfikar.

Zulfikar menilai informasi yang mengaitkan GRIB Jaya dengan kematian korban merupakan framing yang menyesatkan.

Baca Juga: Habib Rizieq Teriak Lantang Desak Prabowo Bubarkan Ormas yang Bikin Rusuh Demo 27 Agustus: Giliran Menangkap Kiai Cepat, Sama Preman Takut!

Ia juga mengatakan massa yang menjalankan aksi secara tertib telah meninggalkan lokasi. Sementara kelompok yang bertahan hingga malam dan melakukan perusakan fasilitas umum disebutnya sebagai perusuh.