Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah telah menyelesaikan lebih dari 108 persoalan dalam 18 bulan masa pemerintahannya. Menurut Prabowo, pencapaian tersebut merupakan prestasi.

"Mungkin hitungan kita terakhir lebih dari 108 masalah, 110 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih, 18 bulan pemerintahan kita, ini prestasi yang bukan kecil, kita rendah hati, kita tidak mau menepuk dada, kita tidak mau dan kita tidak boleh besar kepala, tidak boleh sombong, itu watak bangsa kita," kata Prabowo saat memberikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Baca Juga: Dody Hanggodo Beberkan Nasib Proyek Tol di Era Prabowo: Kalau Belum Ekonomis, Entar Dulu!

Kemudian, dalam kesempatan yang sama Presiden Prabowo mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan Danantara Indonesia yang mampu mengurangi jumlah entitas BUMN melalui konsolidasi dan penggabungan perusahaan. Dari total 1.077 entitas BUMN, sebanyak 250 entitas berhasil dikonsolidasikan dalam 18 bulan pertama pemerintahan dan restrukturisasi telah mampu menghemat Rp 50 Trilyun

Pakar dan praktisi komunikasi dan manajemen Dr. M. Fariza Y. Irawady, memberikan apresiasi atas komunikasi publik Presiden Prabowo yang terus menyebarkan harapan untuk bangsa namun membuktikan bahwa itu bukan harapan kosong namun mampu diimplementasikan dalam kinerja nyata.

Baca Juga: Perintah Tegas Prabowo untuk Anak Buahnya: Jangan Gentar Hadapi Masalah!

"Presiden Prabowo terus menyalakan api harapan bangsa melalui kebijakan yang memperkuat ekonomi nasional yang mampu diimplementasikan secara nyata bukan sekedar menebar harapan,” ujar Fariza yang merupakan lulusan Program Doktor Ilmu Manajemen FEB UNPAD tahun 2020 ini dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Kamis (23/07/2026). 

Fariza menilai, penyampaian Presiden Prabowo pada sidang kabinet tersebut memiliki makna strategis dari perspektif komunikasi publik. Menurutnya, pesan yang disampaikan Presiden tidak hanya ditunjukkan sebagai arahan internal kepada jajaran kabinet, tetapi juga sebagai upaya membangun kepercayaan, harapan, dan optimisme masyarakat terhadap arah pembangunan nasional.

"Sebagai pembelajar komunikasi dan manajemen, saya menilai apa yang disampaikan Presiden Prabowo merupakan bentuk komunikasi kepemimpinan yang efektif. Presiden tidak sekadar menyampaikan capaian dan target pemerintah, tetapi juga membangun keyakinan publik bahwa bangsa ini memiliki arah yang jelas, fondasi ekonomi yang semakin kuat, dan masa depan yang layak untuk diperjuangkan. Inilah cara seorang pemimpin yang memberikan optimisme kepada masyarakat melalui komunikasi yang jujur, terukur, dan berbasis kerja nyata," kata Fariza.

Fariza yang pernah mengemban amanah sebagai Staf Khusus dan Tenaga Ahli Bidang Komunikasi dan Kehumasan pada beberapa Kementerian Lembaga, seperti Kemenpan RB, Kemenko Polhukam, Korlantas Polri dan saat ini membantu Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebagai Tenaga Ahli Bidang Komunikasi dan Kehumasan.

Di sisi lain, Fariza turut menyampaikan apresiasi kepada Rosan P Roeslani sebagai Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia yang berhasil menerjemahkan arahan Presiden menjadi program transformasi yang terukur dan berdampak nyata.

"Keberhasilan Danantara melakukan konsolidasi perusahaan negara mencerminkan kepemimpinan Pak Rosan Roeslani yang mampu mengeksekusi visi Presiden Prabowo. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam membangun BUMN kedepan,” ungkapnya.

Fariza berharap di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo yang dijalankan Danantara yang dinahkodai Rosan Roeslani, terus dapat memberikan dampak nyata bagi bangsa dan negara.

"Keberhasilan Danantara dalam menjalankan transformasi BUMN merupakan bukti bahwa visi Presiden Prabowo tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata. Kami yakin langkah ini akan semakin memperkuat fondasi ekonomi Indonesia menuju negara yang maju,” tutup Fariza.