Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan adanya perubahan pendekatan dalam pembangunan infrastruktur pada era Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pemerintah kini lebih mengedepankan efisiensi anggaran dan manfaat ekonomi sebelum memutuskan melanjutkan sebuah proyek.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah pembangunan jalan tol. Dody mengatakan, proyek jalan tol tidak lagi semata-mata dipandang sebagai simbol pembangunan, tetapi harus memiliki kelayakan ekonomi yang jelas.

"Kalau memang jalan tol itu hari ini belum ekonomis, ya entar dulu. Anggaran kita sangat terbatas, jadi kita harus super realistis," ujar Dody dalam wawancara di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, dikutip Rabu (22/07/2026).

Baca Juga: Dody Hanggodo Bongkar Alasan Mutasi ASN Kementerian PU ke Papu: Saya Bingung

Ia menjelaskan, pemerintah akan melihat proyeksi pertumbuhan lalu lintas dan aktivitas ekonomi di suatu wilayah dalam tiga hingga lima tahun ke depan sebelum memutuskan pembangunan jalan tol baru.

Apabila volume kendaraan diperkirakan belum meningkat secara signifikan, pemerintah memilih mengalihkan anggaran untuk meningkatkan kualitas infrastruktur yang sudah ada, mulai dari jalan nasional, provinsi, hingga kabupaten.

Baca Juga: Dody Hanggodo Buka Suara soal Trip ke New York: Emang Kenapa Kalau Menteri Pergi Sama Istri?

"Kalau traffic-nya belum ada, kenapa dipaksakan? Lebih baik kita perkuat jalan-jalan yang sudah ada agar manfaatnya bisa dirasakan lebih cepat oleh masyarakat," katanya.

Menurut Dody, arah pembangunan infrastruktur di era Prabowo kini juga lebih diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah, khususnya ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.

Karena itu, Kementerian PU saat ini lebih banyak memfokuskan anggaran pada pembangunan dan penyempurnaan jaringan irigasi, bendungan, serta infrastruktur pendukung sektor pertanian.

"Kita fokus di irigasi, fokus di bendungan, fokus di jalan. Semua harus mendukung agenda besar pemerintah," ujarnya.

Selain irigasi, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap pembangunan jalan usaha tani. Infrastruktur sederhana seperti jalan selebar dua hingga tiga meter di kawasan pertanian dinilai dapat membantu menekan biaya logistik dan mempermudah distribusi hasil panen.

Dody menilai, pembangunan infrastruktur tidak lagi hanya diukur dari besarnya proyek yang dikerjakan, tetapi dari dampak yang dihasilkan terhadap kehidupan masyarakat.

"Yang paling penting adalah bagaimana setiap rupiah yang dibelanjakan bisa memberikan dampak nyata bagi rakyat," tegasnya.

Baca Juga: Dody Hanggodo Kuliti Internal KemenPU: Ada Ribuan ASN 'Ngakalin' Absen hingga Disebut Mirip Deep State

Di sisi lain, ia mengungkapkan Kementerian PU juga tengah melakukan pembenahan internal guna memastikan seluruh program berjalan efektif. Mulai dari penataan organisasi, peningkatan disiplin pegawai, hingga penguatan pengawasan terhadap pengelolaan anggaran.

Dengan pendekatan tersebut, Dody optimistis pembangunan infrastruktur di era Prabowo dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan mampu mendukung target-target strategis pemerintah dalam beberapa tahun mendatang.