Sementara pada fitur pencarian, Meta memperluas pembatasan terhadap kata kunci sensitif dan dewasa, termasuk kata yang disamarkan atau sengaja salah eja.
Konten yang melanggar pedoman usia juga tidak akan muncul di Explore, Reels, Feed, Stories, komentar, maupun tautan yang dibagikan melalui DM, termasuk jika berasal dari akun yang diikuti remaja.
Meta juga memperbarui pengalaman AI untuk pengguna remaja agar respons yang diberikan tetap relevan dan sesuai bagi usia 13 tahun ke atas.
Tak hanya untuk remaja, Meta juga menghadirkan fitur tambahan bagi orang tua melalui opsi ‘Limited Content’. Fitur ini memungkinkan penyaringan konten yang lebih ketat sekaligus membatasi aktivitas komentar.
Dengan pengaturan tersebut, remaja tidak dapat melihat, memberikan, maupun menerima komentar tertentu yang dianggap tidak sesuai.
Dalam sesi talkshow “Pola Asuh Cerdas di Era Digital”, selebriti sekaligus orang tua, Ersa Mayori mengaku fitur-fitur bawaan di Instagram dan Facebook sangat membantu orang tua dalam mendampingi anak di era digital.
“Sebagai orang tua, kadang kita merasa selangkah tertinggal memahami aktivitas digital anak. Karena itu, fitur-fitur bawaan yang ada di Instagram dan Facebook sangat membantu kami. Mulai dari membatasi kontak yang tidak diinginkan, menyaring konten yang tidak sesuai usia, hingga membantu mengatur screen time. Fitur-fitur ini juga memudahkan orang tua menetapkan batasan di rumah tanpa harus langsung melarang anak menggunakan media sosial,” ungkap Ersa Mayori.
Dan, sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, Meta bersama ECPAT Indonesia juga akan melanjutkan inisiatif edukasi melalui program Smart Digital Parenting Workshop.
Program ini akan hadir di berbagai kota seperti Yogyakarta, Denpasar, Batam, dan Kupang sepanjang 2026. Tujuannya adalah meningkatkan literasi digital orang tua melalui diskusi terbuka, pengetahuan praktis, serta alat bantu untuk mendampingi remaja menggunakan media sosial secara lebih aman.
Koordinator Nasional ECPAT Indonesia, Andy Ardian menilai peran orang tua sangat penting dalam membentuk kebiasaan digital anak.
“Orang tua punya peran penting dalam membantu remaja membangun kebiasaan digital yang aman dan sehat. Melalui kolaborasi ini, kami berharap semakin banyak orang tua yang memiliki pengetahuan dan alat yang praktis untuk mendampingi anak mereka di dunia digital,” kata Andy Ardian.
Melalui berbagai pembaruan fitur dan program edukasi ini, Meta berharap dapat terus mendukung keluarga Indonesia dalam menciptakan pengalaman digital yang lebih aman, sehat, dan sesuai usia bagi generasi muda.