PT Sinergi Teknologi Solusindo memperkenalkan NextSense Intelligence Platform, solusi digital berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk mempercepat transformasi digital di sektor industri, khususnya industri kelapa sawit.
Platform tersebut diperkenalkan dalam ajang INAGRITECH 2026 sebagai sistem intelligence yang mengintegrasikan sensor, perangkat lapangan, konektivitas, hingga analisis data dalam satu ekosistem.
Melalui platform ini, perusahaan dapat memantau kondisi operasional secara real-time, mendeteksi potensi gangguan lebih dini, serta memperoleh rekomendasi berbasis data untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.
Direktur PT Sinergi Teknologi Solusindo, Agustian Hermawan, mengatakan, NextSense dikembangkan untuk menjawab tantangan industri yang selama ini masih menghadapi data operasional yang tersebar di berbagai perangkat dan sistem yang tidak saling terhubung.
"Tujuan NextSense bukan hanya menampilkan banyak angka, tetapi membantu perusahaan memahami apa yang sedang terjadi, mana yang perlu diprioritaskan, dan tindakan apa yang sebaiknya dilakukan lebih dulu," ungkap Agustian, saat ditemui di gelaran INAGRITECH 2026, di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, perusahaan terus menyempurnakan teknologi yang dikembangkan dengan menghadirkan solusi digital terintegrasi yang mencakup seluruh rantai industri kelapa sawit, mulai dari perkebunan, proses produksi, pengelolaan limbah, energi, utilitas, hingga aspek lingkungan.
"Kami melaunching beberapa solusi untuk industri kelapa sawit, mulai dari plantation, pengolahan produksi, limbah, energy, utility, hingga environment. Semua solusi ini menggabungkan berbagai jenis sensor, komunikasi satelit, algoritma software, sehingga pelaku industri bisa mendapatkan visibilitas data secara real time," kata Agustian.
Agustian melanjutkan, NextSense dirancang untuk menghubungkan berbagai sumber data operasional yang sebelumnya terpisah menjadi satu dashboard terpadu. Dengan demikian, operator, engineer, manajemen, hingga pemilik perusahaan dapat memperoleh gambaran kondisi fasilitas secara menyeluruh.
Platform ini mampu menampilkan status proses produksi, kondisi aset, penggunaan energi, tangki penyimpanan, hingga utilitas secara real-time. Selain itu, sistem juga menghadirkan fitur peringatan dini berdasarkan batas operasional maupun pola data yang terdeteksi melalui analisis AI.
Tak hanya memberikan notifikasi, NextSense juga menyajikan indikasi penyebab masalah, rekomendasi tindakan, serta riwayat kejadian sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan terdokumentasi.
Platform tersebut mendukung berbagai teknologi komunikasi, mulai dari LoRaWAN, jaringan seluler, komunikasi satelit, hingga sinkronisasi lokal dan cloud, sehingga dapat diterapkan pada berbagai kondisi operasional, termasuk di lokasi perkebunan yang berada di wilayah terpencil.
Dalam implementasinya di industri kelapa sawit, kata Agustian, NextSense dapat digunakan untuk memantau berbagai area penting seperti boiler, turbin, screw press, clarification, tangki penyimpanan, konsumsi energi, hingga utilitas air.
Perubahan tekanan uap, temperatur proses klarifikasi, maupun getaran mesin dapat terdeteksi lebih awal sehingga tim operasional dapat segera melakukan inspeksi sebelum gangguan berkembang menjadi downtime produksi atau menurunkan kualitas hasil.
"Manfaatnya tentu meningkatkan produksi oil agar lebih terukur sesuai target, meminimalisir downtime, melihat efisiensi penggunaan energi secara lebih efektif, hingga memonitor pengolahan limbah agar lebih aman menggunakan teknologi monitoring yang kami kembangkan," ujar Agustian.
Baca Juga: BPDP dan RPN Dorong UMKM Olah Minyak Sawit Jadi Pangan Sehat Bernilai Tambah
Selain mendukung proses produksi, NextSense juga menghadirkan solusi Smart Agriculture yang memanfaatkan berbagai sensor untuk memantau kondisi lahan secara presisi.
Sensor tersebut mampu mengukur kelembapan tanah dan kandungan nutrisi sehingga sistem dapat memberikan rekomendasi mengenai waktu irigasi maupun pemupukan yang lebih tepat sesuai kebutuhan tanaman.
"Melalui Smart Agriculture, kami bisa mengukur kelembapan tanah dan tingkat nutrisi tanah. Dari situ sistem memberikan informasi kapan irigasi dibutuhkan, tidak berlebihan maupun kekurangan, sekaligus membantu memaksimalkan penggunaan pupuk sesuai kebutuhan tanaman," jelas Agustian.
Teknologi tersebut juga memonitor infrastruktur pendukung seperti reservoir air, pompa irigasi, hingga performa mesin menggunakan sensor getaran dan RPM. Dengan begitu, potensi kerusakan dapat dideteksi lebih dini sebelum mengganggu aktivitas operasional.
Agustian kemudian memaparkan, salah satu keunggulan NextSense adalah penerapan teknologi machine learning untuk membaca pola data yang berasal dari ribuan sensor di lapangan. Analisis tersebut menghasilkan insight yang dapat digunakan perusahaan untuk melakukan langkah preventif sebelum terjadi gangguan produksi.

"Kami menerapkan model machine learning untuk membaca pola data dari sensor menjadi tren yang bisa memberikan insight kepada pengguna, misalnya memprediksi kerusakan mesin atau penurunan kualitas CPO sebelum benar-benar terjadi," tutur Agustian.
Menurutnya, penerapan AI saat ini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan bagi industri yang ingin meningkatkan produktivitas dan daya saing.
"AI sudah bukan hal yang mewah. Teknologi ini sudah menjadi sesuatu yang umum dan sudah saatnya semua industri memanfaatkan machine learning untuk meningkatkan produktivitas," tegasnya.
Meski banyak difokuskan pada sektor kelapa sawit, NextSense dikembangkan sebagai platform yang bersifat modular dan vendor-agnostic sehingga dapat diintegrasikan dengan berbagai perangkat sesuai kebutuhan pengguna.
Agustian menjelaskan bahwa solusi ini tidak hanya dapat diterapkan di sektor agrikultur, tetapi juga di industri manufaktur, gedung komersial, energi, hingga pengelolaan utilitas dan limbah.
"NextSense didesain sebagai solusi untuk semua industri. Energy intelligent, utility, maupun pengolahan limbah bisa diterapkan di berbagai sektor, bukan hanya agrikultur," ungkapnya.
Saat ini, NextSense telah digunakan oleh sejumlah perusahaan swasta di industri kelapa sawit maupun kelapa.
Seluruh sistem bekerja melalui integrasi sensor, perangkat pembaca data, telematika, komunikasi satelit, hingga cloud server yang menghasilkan monitoring real-time serta kemampuan early detection terhadap potensi gangguan.
Ke depan, PT Sinergi Teknologi Solusindo menargetkan NextSense menjadi salah satu penggerak percepatan digitalisasi industri agrikultur nasional. Meski edukasi mengenai transformasi digital masih menjadi tantangan, perusahaan optimistis tingkat adopsi teknologi akan terus meningkat.
"Kami ingin industri agrikultur Indonesia menjadi lebih terdigitalisasi agar mampu bersaing secara global. Tantangan terbesar memang mengedukasi pelaku industri mengenai pentingnya digitalisasi, tetapi kami optimistis karena kesadaran terhadap teknologi terus meningkat," pungkas Agustian.
Baca Juga: Mengoptimalkan Potensi Sawit sebagai Sumber Energi Terbarukan