Pegiat media sosial Chusnul Chotimah menyentil keras Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait berbagai masalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), Chusnul menyinggung pernyataan Gibran yang meminta siswa membawa bekal sendiri dari rumah ketika mengunjungi korban keracunan di Karo, Sumatera Selatan, tak hanya itu dia juga turut menyinggung unggahan Gibran soal pegawai dapur MBG yang mencibir korban keracunan.

Menurut Chusnul, Gibran memanfaatkan berbagai masalah dalam program andalan Presiden Prabowo Subianto untuk memoles citranya demi mendapatkan keuntungan politik.

  Baca Juga: Yang Ngomong Pak Hasyim, Jokowi-Megawati Berpotensi Balikan, yang Maju Pilpres 2029 Prabowo-Pramono, Gibran Pulang ke Solo Jadi Rakyat Biasa

“Sebelumnya Gibran bicara soal bawa bekal saat kunjungi korban keracunan MBG. Terbaru dia posting video Pegawai SPPG yg buat guyonan korban keracunan MBG ditambah video dirinya.

Hebat ini, wapres pencitraan di program andalan presiden yg bermasalah,” kata Chusnul dilansir Olenka.id Selasa (22/9/2026).

Chusnul melanjutkan Gibran yang memanfaatkan masalah MBG itu jelas sebuah kecurangan. Dia mengatakan perilaku Gibran mirip sebuah akun Fufufafa akun anonim di internet yang bikin heboh baru-baru ini lantaran kerap menyerang Presiden Prabowo dengan kata-kata yang sangat kasar. Akun Fufufafa sempat dikaitkan dengan Gibran yang disebut-sebut berada di baliknya karena sejumlah indikasi yang mencurigakan. 

“Kok jadi ingat fufufafa ya?,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sempat mengunjungi para korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara. Ia meminta orangtua korban, untuk tidak terburu-buru mengirim anaknya kembali ke sekolah apabila belum fit dan menyarankan membawa bekal dari rumah.

"Jangan dipaksakan masuk kalau sebelum fit total ya, Pak, ya. Dan saya titip anaknya mungkin bawa bekal dari rumah saja. Bawa bekal yang dimasak ibunya masing-masing," ujar Gibran.

Gibran mengatakan persoalan dugaan keracunan ini sedang dievaluasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN), dan berjanji menyampaikan keluhan serta masukan keluarga korban kepada pimpinan pemerintah.

Pada kesempatan yang sama, Gibran juga menyampaikan permintaan maaf atas nama pemerintah sekaligus memastikan negara bertanggung jawab terhadap siswa yang terdampak.

Pemerintah berjanji akan memenuhi kebutuhan pasien selama perawatan, termasuk biaya pengobatan, obat-obatan, hingga penanganan lanjutan.

Pemerintah berjanji akan memenuhi kebutuhan pasien selama perawatan, termasuk biaya pengobatan, obat-obatan, hingga penanganan lanjutan.

Baca Juga: Jokowi Sudah Terang-terangan Buka Komunikasi, Dedi Mulyadi-Gibran di Pilpres 2029 Semakin Jelas

"Atas nama pemerintah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya minta maaf, kami yang salah, yang salah kami, ibu nggak salah, mohon maaf kami mengurusi kebakaran hutan di Kalimantan. Ada kejadian ini kami langsung terbang ke sini (Tanah Karo)," ungkapnya.