Di tengah persaingan hidup yang semakin ketat, banyak orang merasa tertinggal karena tidak memiliki apa yang sering disebut sebagai privilege.
Tidak punya koneksi, tidak punya warisan, dan tidak lahir dari keluarga dengan posisi strategis sering kali dianggap sebagai hambatan besar.
Namun, menurut Dokter sekaligus Entrepreneur, Tirta Mandira Hudhi, kondisi tersebut bukan alasan untuk berhenti berkembang, melainkan titik awal untuk membangun diri.
Dokter Tirta menekankan bahwa semuanya berawal dari keinginan. Tanpa keinginan, seseorang akan kehilangan arah dan motivasi untuk bergerak maju.
“Kalau kamu tidak memiliki keinginan, kamu kehilangan segalanya,” ungkap Dokter Tirta, dikutip dari podcast voice of Kemenpora, di laman Instagram Kemenpora, Jumat (17/4/2026),
Realitas bahwa tidak semua orang memiliki latar belakang yang menguntungkan juga diakui secara terbuka.
Dokter Tirta pun menyampaikan dengan lugas bahwa tidak semua orang memiliki dukungan dari orang tua, warisan yang kuat, atau akses ke lingkungan elit.
“Kamu nggak punya ‘kalah’ di keinginan orang tua. Kamu nggak punya warisan yang kuat. Terus kamu nggak punya orang tua yang basic pejabat, sulit," ungkapnya.
Pernyataan Dokter Tirta ini mencerminkan kenyataan yang sering kali dihindari, tetapi penting untuk diterima agar seseorang bisa fokus pada hal yang benar-benar bisa dikendalikan.
Baca Juga: Tak Sekadar Gatal, Ini Penjelasan Dokter Tirta soal Bahaya Biduran
Dalam pandangan Dokter Tirta, ada dua hal yang selalu bisa ditingkatkan oleh siapa pun, tanpa memandang latar belakang.
“Kamu hanya bisa memiliki upgrade dua hal. Otak dan fisik," tukasnya.
Menurut Dokter Tirta, dua aspek ini menjadi kunci utama dalam membuka peluang yang lebih luas.
Otak berperan dalam membentuk cara berpikir dan kemampuan mengambil keputusan. Dengan terus belajar dan mengasah wawasan, seseorang dapat meningkatkan kualitas keputusan yang diambil dalam hidup.
“Otak itu memberikan chance biar kamu bisa memiliki kemampuan decision making yang keren. Dari sinilah peluang-peluang baru bisa muncul,” tegas Dokter Tirta.
Di sisi lain, lanjutnya, fisik tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga energi, kesehatan, dan bagaimana seseorang membawa dirinya di lingkungan sosial.
“Kalau fisik, itu bisa membuat kamu ketemu sama orang yang neighborhood-nya positif,” pungkas Dokter Tirta.
Baca Juga: Bolehkah Penderita GERD Menjalani Intermittent Fasting? Ini Penjelasan Dokter Tirta