Resmi dibuka pada Kamis, 16 April 2026, publik bisa menikmati gelaran Room Art Fair 2026 di 25hours Hotel Jakarta The Oddbird pada 17-19 April 2026 dari pukul 10.00 hingga 20.00 WIB secara gratis. Memanfaatkan seluruh kamar yang berada di lantai 10, Room Art Fair Jakarta memamerkan karya-karya seniman Tanah Air dari 13 galeri yang tergabung dalam Asosiasi Galeri Seni Indonesia (AGSI).

Dikurasi oleh Zarani Risjad, pengalaman seni pengunjung dimulai dari area lobby melalui Meet Me in the Lobby. Sebagai bentuk kolaborasi multipihak dalam memperkenalkan berbagai perspektif karya seni, Meet Me in the Lobby dapat dinikmati pengunjung 25hours Hotel Jakarta The Oddbird selama sebulan penuh.

Baca Juga: RUANG// Luncurkan Jurnal Seni Kontemporer Asia Tenggara, Soroti Peran Seniman sebagai Peneliti

“Kolaborasi ini menjadi langkah awal yang menarik untuk membawa seni lebih dekat ke publik dalam format yang lebih mudah diakses dan dekat dengan cara masyarakat berinteraksi saat ini,” ujar Maya Sujatmiko, perwakilan dari AGSI, di Jakarta, Kamis (16/4/2026). 

Asisten Deputi Bidang MICE Kementerian Pariwisata, Titus Haridjati, yang hadir dalam pembukaan Room Art Fair 2026, mewakili Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin. 

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan acara inovatif ini. Hal ini sejalan dengan semangat Kementerian Pariwisata yang berupaya memberikan pengalaman unik serta penuh kreativitas. Ini bukan hanya ruang ekspresif untuk para seniman, melainkan juga daya tarik pariwisata. Harapan kami, acara ini bisa menjadi acara tahunan dan kami akan support menjadi bagian event tahunan pariwisata, serta memberikan dampak ekonomis yang langsung,” ujarnya.

Untuk memudahkan para kurator yang tertarik dengan karya yang ditampilkan, acara ini juga didukung oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Titik Temu Kreativitas, Seniman, serta Obrolan di Ruang Publik 

Ditemui secara langsung oleh Olenka, Zarani Risjad yang bertindak sebagai kurator berharap Room Art Fair menjadi titik temu antara karya seni dengan publik dalam suasana yang lebih personal seperti kamar hotel. Menurutnya, konsep Room Art Fair dipilih sebagai upaya memperluas wacana tentang seni di luar galeri.

“Room Art Fair jadi tempat untuk menghubungan karya seni dengan publik. Karya yang kami tampilkan memperkenalkan naratif yang beragam; merepresentasikan para seniman yang beragam dari Jogja, Bali, Semarang, Jakarta, serta Bandung,” jelasnya.

“Di 25hours Hotel Jakarta The Oddbird, kami melihat hotel sebagai ruang yang terbuka untuk kolaborasi dan pertukaran ide . Room Art Fair menjadi cara kami membuka ruang tersebut, menghadirkan seni lebih dekat dan menjadi bagian dari keseharian, sekaligus merayakan World Art Day dengan pendekatan yang relevan dengan kehidupan urban,” pungkas Wibi Hananto, Assistant Director of Marketing Communications.