Analis Keuangan Negara Ahli Madya dan Ketua Tim Pengembangan dan Pendalaman Pasar Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan, Chandra AS Wibowo, mengungkapkan strategi pemerintah dalam mengakselerasi belanja anggaran. 

Ia mengatakan, tren belanja pada tahun 2026 sudah dimulai sejak Januari, lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang dimulai pada bulan ketiga tahun berjalan.

"Tahun 2026 tren realisasi belanja APBN sudah mulai sejak Januari. Prioritas pemerintah saat ini yaitu akselerasi belanja dalam rangka melindungi daya beli masyarakat serta memperkuat perlindungan sosial dan ketahanan pangan," ungkapnya, dikutip Olenka pada Selasa (28/7/2026).

Baca Juga: Defisit APBN Semester I 2026 Capai Rp196,5 Triliun, Purbaya: Fiskal Kita Tetap Kuat

Chandra menambahkan, akselerasi belanja tersebut tak lepas dari upaya pemerintah dalam merespons gejolak ekonomi yang saat ini terjadi, baik di dalam maupun luar negeri. Dalam hal ini, pemerintah juga berkoordinasi dengan bank sentral atau Bank Indonesia dalam hal bauran kebijakan.

"BI dan pemerintah selalu berkoordinasi dengan baik supaya bisa meredam gejolak yang terjadi di luar sehingga tidak terlalu terasa di dalam negeri," lanjutnya lagi.