Ibu Kota Nusantara (IKN) tengah menjadi sorotan setelah Jakarta ditetapkan tetap menjadi Ibu Kota negara. Banyak pihak yang beranggapan bahwa IKN menjadi kota hantu, IKN disebut-sebut gagal menjadi ibu kota negara menggantikan Jakarta. Padahal pembangunan IKN menguras anggaran yang tak sedikit.
Meski dianggap bakal menjadi kota hantu lantaran tak kunjung diresmikan menjadi ibu kota baru, namun jika ditelisik lebih jauh minat investasi di IKN lumayan menggeliat.
Baca Juga: Fasilitas Sudah Siap, Gibran Diminta Segera Ngantor di IKN
Berdasarkan data Otorita IKN, nilai investasi IKN sudah mencapai Rp72,39 triliun. Data itu secara tak langsung mematahkan anggapan miring yang yang mengatakan IKN bakal menjadi kota hantu.
“Total estimasi investasi sebesar Rp72,39 triliun menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap IKN terus berjalan,” kata Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw dilansir Jumat (22/5/2026)
Menurut Troy, pembangunan IKN bukan sekadar proyek pemindahan pusat pemerintahan, melainkan langkah besar membentuk kota masa depan Indonesia dengan kehidupan ekonomi yang terintegrasi.
"Pembangunan Ibu Kota Nusantara adalah masa depan kota Indonesia, caranya adalah dengan bersama-sama kita membangun ekosistem kehidupan, layanan, hunian, dan berbagai aktivitas ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.
Dari total investasi yang tercatat, sebesar Rp60,29 triliun berasal dari investasi swasta murni. Sementara sisanya senilai Rp12,10 triliun berasal dari pembangunan fasilitas publik dan penugasan Kementerian maupun Lembaga negara.
Sejauh ini, tercatat ada 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang melibatkan 65 pelaku usaha di sektor investasi swasta murni. Pemerintah juga telah memberikan 15 penugasan khusus kepada sejumlah Kementerian dan Lembaga guna mempercepat pembangunan kawasan inti Nusantara.
Menariknya, investasi yang masuk tidak hanya berasal dari dalam negeri. Sejumlah investor asing dari berbagai negara seperti Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, hingga Singapura ikut ambil bagian dalam pembangunan berbagai sektor strategis di IKN.
Modal yang mengalir tersebut tersebar ke berbagai bidang penting, mulai dari pembangunan hunian, infrastruktur, energi, akomodasi, fasilitas olahraga, hingga kawasan komersial.
Tak hanya proyek besar, aktivitas ekonomi pendukung juga mulai tumbuh di kawasan Nusantara. Kehadiran usaha makanan dan minuman menjadi salah satu tanda bahwa kehidupan ekonomi perlahan mulai terbentuk untuk melayani pekerja, penghuni, hingga pengunjung IKN
Troy menilai perkembangan ini menunjukkan bahwa IKN mulai bergerak dari sekadar proyek pembangunan fisik menjadi kota yang benar-benar hidup.
Baca Juga: 4 Suplemen yang Sebaiknya Dihindari saat Menurunkan Berat Badan Menurut Ahli Gizi
Ketika infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, di situlah kota ini mulai hidup. Investasi ini menjadi jembatan dari pembangunan menuju kehidupan kota,” pungkasnya.