Di tengah maraknya tren minuman kekinian yang didominasi kopi dan teh, kehadiran Susu Mbok Darmi justru tampil sebagai anomali yang menarik perhatian. Mengusung susu pasteurisasi sebagai produk utama dengan sentuhan konsep lokal yang sederhana, brand ini berhasil mencuri perhatian pasar, khususnya kalangan anak muda.
Di balik kesuksesan tersebut, terdapat sosok Dhony Pratama, pengusaha muda yang memulai perjalanan bisnisnya sejak masih berstatus mahasiswa di IPB University.
Berawal dari Kantin Kampus
Perjalanan Dhony dimulai pada 2013, ketika ia masih menempuh pendidikan di Fakultas Peternakan IPB University. Berbekal pengetahuan akademik serta keinginan untuk menambah penghasilan, Dhony melihat peluang dari produk susu yang saat itu belum banyak dikembangkan sebagai minuman kekinian.
Outlet pertama Susu Mbok Darmi pun berdiri di kantin Fakultas Peternakan IPB. Bersama rekannya, Saeful Ansor, Dhony merintis usaha tersebut dengan konsep sederhana dan modal terbatas. Produk yang ditawarkan berupa susu pasteurisasi dengan berbagai varian rasa yang menyasar mahasiswa sebagai pasar awal.
Baca Juga: Kisah Rubin Castor Muhardi Bangun Brand Streetwear Rucas
Langkah kecil dari kantin kampus ini menjadi fondasi awal bagi pertumbuhan bisnis yang kini berkembang pesat.
Melawan Arus Tren Minuman Kekinian
Di saat pelaku usaha lain berlomba menghadirkan minuman berbasis kopi dan teh, Dhony justru memilih jalur berbeda dengan menjadikan susu sebagai produk utama. Strategi ini terbukti menjadi pembeda yang kuat di tengah kompetisi industri minuman yang ketat.
Tidak hanya dari sisi produk, pendekatan branding yang diusung juga terbilang unik. Nama “Mbok Darmi” dipilih untuk menghadirkan kesan lokal, tradisional Jawa, dan dekat dengan masyarakat. Pilihan ini kontras dengan tren penggunaan nama berkonotasi Barat yang banyak digunakan brand sejenis.
Baca Juga: HAUS! dan Perjalanan Kesuksesannya: Dari Tren Minuman Kekinian hingga Sukses Dulang Omzet Miliaran
Slogan yang diangkat, “Sehatkan Tubuhmu dengan Susuku”, juga menjadi elemen komunikasi yang mudah diingat sekaligus memancing perhatian. Kombinasi identitas brand yang kuat dan strategi komunikasi yang berbeda membuat Susu Mbok Darmi cepat dikenal dan viral, terutama di kalangan anak muda.
Tumbuh dari Outlet Sederhana ke Jaringan Bisnis
Dari satu outlet kecil di lingkungan kampus, Susu Mbok Darmi kini telah berkembang menjadi jaringan bisnis yang cukup besar. Hingga awal 2026, brand ini tercatat memiliki sekitar 173 outlet yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan Bandung Raya.
Pertumbuhan tersebut juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Ratusan karyawan kini terlibat dalam operasional bisnis, menjadikan Susu Mbok Darmi sebagai salah satu brand minuman susu lokal yang berkembang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Menariknya, berbeda dengan banyak brand minuman lain, bisnis ini tidak mengadopsi sistem franchise atau kemitraan. Seluruh operasional dikelola secara terpusat di bawah naungan PT Sumada Tama Berkah, dengan Dhony Pratama sebagai CEO.
Baca Juga: Mengenal Sosok Edward Tirtanata, Pemilik Kopi Kenangan yang Punya Ratusan Gerai di Indonesia
Konsistensi dari Ide Sederhana
Keberhasilan yang diraih Dhony tidak terlepas dari kemampuannya membaca peluang dari hal sederhana. Ide yang berangkat dari kebutuhan pribadi sebagai mahasiswa berkembang menjadi bisnis dengan skala yang lebih besar melalui konsistensi dan strategi yang terarah.
Latar belakang pendidikan di bidang peternakan juga menjadi nilai tambah, terutama dalam menjaga kualitas produk susu pasteurisasi yang ditawarkan kepada konsumen.
Inspirasi bagi Pengusaha Muda
Kisah Dhony Pratama menjadi contoh bahwa ide sederhana dapat berkembang menjadi bisnis besar apabila dijalankan dengan konsisten dan diferensiasi yang jelas. Di tengah persaingan industri minuman yang semakin ketat, keberanian untuk tampil berbeda justru menjadi salah satu kunci utama keberhasilan.
Susu Mbok Darmi pun menunjukkan bahwa brand lokal dengan identitas yang kuat masih memiliki ruang besar di pasar. Lebih dari itu, kisah ini membuka perspektif bagi generasi muda untuk berani memulai usaha dari lingkungan terdekat dengan memanfaatkan peluang yang ada.