Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri marah besar setelah partainya diserang habis-habisan lantaran memilih menjadi partai penyeimbang di Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dia menyebut pihak yang menyerang PDI-P adalah buzzer alias pendengung bodoh yang minim literasi, mereka tak pernah baca dan paham mengenai sistem ketatanegaraan yang berlaku di Indonesia.

Baca Juga: Utang Menggunung Warisan Jokowi Bikin Indonesia Nyaris Bangkrut, Dia Perusak Bangsa yang Harus Ditangkap dan Diadili!

"Ngerti opo nggak oposisi kui opo? Saya bilang penyeimbang, terus ada yang bilang buzzer 'penyeimbang apa?', g*** ini si buzzer, nggak pernah baca dia, eh iya dong, kenapa nggak boleh? Artinya apa, kalau benar saya benarkan, kalau nggak tentu masa saya nggak boleh ngomong, terus mau dijadiin apa? Masuk arsip loh, iya dong, buat apa ini ada, Pak, arsip," kata Megawati dikutip Olenka.id Kamis (13/8/2024).

Megawati mengatakan dalam sistem presidensial yang dianut Indonesia tidak dikenal partai oposisi, namun sistem ini tetap memperbolehkan partai politik berdiri di luar pemerintah sebagai pengontrol. 

"Yang namanya negara kita ini kan namanya adalah dengan sistem presidensial, betul atau tidak? Betul toh, kok saya selalu diomongin oposisi. Memangnya ada di dalam sistem presidensial? No oposisi, tidak ada koalisi,” tegasnya.

Menempatkan diri sebagai partai penyeimbang, PDI-P lanjut Megawati partainya bakal mendukung program pemerintah yang tepat dan bermanfaat bagi rakyat, sebaliknya mereka bakal mengkritik serta memberi masukan jika ada program yang dirasa kurang tepat.

“Makanya saya katakan 'Pak Prabowo, Mas Presiden, saya minta untuk...', saya datang benar ngomong baik-baik saya tidak akan ditawari untuk masuk, 'Saya tidak masuk ke kabinet, Pak, terima kasih banget, saya akan berada di luar sebagai penyeimbang'. Dengerin tuh semua, saya bukan oposisi tahu, enak aja!" pungkasnya.

Baca Juga: Menu MBG Monoton dan Itu-itu Saja, Ibu Mega Nyeletuk: Mas Bowo Sesekali Pakai Rendang Dong!

Perlu diketahui, keputusan PDI-P menjadi partai penyeimbang dikritik keras sejumlah pihak termasuk sejumlah partai politik pendukung pemerintah. Sikap PDI-P sebagai penyeimbang disebut hanya ingin cari aman. 

PDI-P bahkan didesak agar tegas menyatakan sikapnya sebagai oposisi atau pendukung pemerintah. Istilah partai penyeimbang dinilai hanya menjadi area abu-abu untuk cari aman.