Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program andalan pemerintah yang paling sering dikritik. Dia mengatakan hal itu wajar karena beberapa alasan. 

Zulhas sapaan Zulkifli Hasan mengatakan kritik tajam yang dialamatkan untuk MBG dimaklumi pemerintah. Dia bilang program itu wajar dikritik sana sini karena berbagai kekurangannya lantaran MBG bukan program ecek-ecek yang bisa dituntaskan dalam sehari. 

Baca Juga: Bongkar Pasang Kabinet Merah Putih, Siapa yang Digeser?

MBG adalah program besar berskala nasional yang diterapkan di seluruh Indonesia, dengan skala tersebut maka wajar pula program itu masih punya kekurangan dalam pelaksanaanya. Jadi kritik yang dilontarkan publik menjadi masukan berharga untuk memperbaiki implementasi program besutan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

“Kalau ada hambatan atau masalah, itu wajar. Kita akan memberikan makan kepada 82,9 juta anak Indonesia. Ini pekerjaan yang sangat besar, sangat mendasar, dan sangat raksasa. Tentu di sana-sini masih ada kekurangan dan masalah,” kata Zulhas dilansir Senin (27/4/2026).

Zulhas menambahkan, keberhasilan program makan bergizi gratis tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha, yayasan, penyedia layanan, hingga masyarakat, sangat dibutuhkan agar program berjalan optimal.

Menurut Zulhas, pemerintah juga membuka ruang dialog seluas-luasnya untuk menerima masukan, kritik, maupun solusi demi penyempurnaan pelaksanaan program tersebut. 

“Kita ingin MBG ini benar-benar sempurna untuk anak-anak Indonesia. Kalau ada masalah, mari kita bicarakan. Sampaikan kepada kami, karena saya dipercaya sebagai ketua tim tata kelola,” katanya.

Zulhas optimistis setiap kendala yang muncul, baik yang melibatkan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG), yayasan, maupun para pemasok, dapat diselesaikan melalui komunikasi dan kerja sama yang baik.

Baca Juga: Asal Usul Lahirnya MBG, Gagasan Prabowo yang Dicetus Jauh Sebelum Ide Mendirikan Partai Gerindra

Terkait hal itu, ia mengajak seluruh stakeholder, khususnya asosiasi pengusaha serta pengelola SPPG, untuk duduk bersama mencari solusi terbaik. “Kita bisa berdiskusi untuk mencari jalan terbaik. Jika ada hambatan atau masalah, mari kita rundingkan bersama,” tutupnya.