Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, mangatakan jika lembaga yang ia pimpin mendapat anggaran indikatif sebesar Rp240,2 triliun berdasarkan Surat Bersama Pagu Anggaran (SBPA) Menteri Keuangan Nomor S-483/MK.03/2026 dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor T-767/D.9/PP.04.12/08/2026 tertanggal 5 Agustus 2026.

Ia juga mengatakan, dari pagu tersebut sebesar Rp232,51 triliun akan dialokasikan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga: Cegah Dikorupsi, Begini Cara Bos BGN Bikin MBG Makin Top!

"Anggaran khusus Bantuan Pemerintah (Banper) disesuaikan dari yang semula direncanakan sebesar Rp262 triliun menjadi Rp232 triliun," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat BGN bersama Komisi IX DPR, seperti dikutip, Jumat (18/9/2026).

Baca Juga: Ngaku Sudah Tahu Biang Kerok Keracunan MBG, Bos BGN: Mau Masaknya Benar, Kalau Bahannya Busuk Orang tetap Keracunan!

Baca Juga: Tutup Sementara Dapur Bermasalah, Aksi Bos BGN Diapresiasi Akademisi

Baca Juga: Data Keracunan MBG Dibuka Terang Benderang, Anak Buah Prabowo Mencak-mencak Nggak Terima: Angkanya Nggak Masuk Akal!

Lanjutnya, ia mengatakan jika dari total anggaran tersebut, sebesar Rp7,36 triliun dialokasikan untuk belanja operasional. Sementara, untuk Belanja Operasional Pegawai sebesar Rp7,19 triliun dan Belanja Operasional Barang sebesar Rp176,78 miliar.

Kemudian, ia mengatakan untuk belanja non-operasional mendapat Rp232,84 triliun untuk mendukung program utama BGN, dengan MBG menjadi penerima alokasi terbesar sebesar Rp232,51 triliun.

Sambungnya, ia mengatakan pada 2026, BGN menargetkan 74,5 juta penerima manfaat. Sementara itu, hingga 31 Agustus 2026, MBG telah menjangkau 56,9 juta orang atau 76,45 persen dari target 2026.

Lebih lanjut, ia mengatakan jika  sebanyak 1.653 sekolah elit ditetapkan tidak lagi menerima MBG, dan pihaknya mengaku akan melakukan pembukaan layanan di wilayah 3T, yakni daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.