Center of Economic and Law Studies (CELIOS) merilis angka korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut sudah tembus 50 ribu orang terhitung sejak program andalan Presiden Prabowo Subianto itu dikebut sekitar dua tahun lalu hingga hari ini. 

Peneliti CELIOS  Galau D. Muhammad mengatakan tingginya angka keracunan itu seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah, namun yang terjadi sekarang ini pemerintah seolah tutup mata dengan fakta yang terjadi di lapangan, MBG terus dikebut kendati peristiwa keracunan terus berulang. 

Baca Juga: Prabowo Tetiba Nanya ke Wartawan: MBG dan Kopdes Merah Putih Salahnya di Mana? Saya Bisa Menghemat Ratusan Triliun!

"Masalah keracunan makanan dalam program MBG ini adalah isu yang sangat serius. Ini memerlukan pembenahan tata kelola yang menyeluruh serta pengawasan ketat di lapangan agar tidak terus berulang,” kata Peneliti Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Galau D. Muhammad dilansir Olenka.id Jumat (18/9/2026). 

Terkait klaim angka keracunan yang sudah mencapai 50 ribu orang penerima manfaat itu, Gerindra dengan tegas membantah, jumlah itu dirasa tak masuk akal CELIOS dinilai hanya mengada-ada. 

“Kami mempertanyakan kebenaran data 50.000 korban keracunan tersebut,” kata Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso.

Sugiat menuntut CELIOS untuk memberikan klarifikasi transparan mengenai metode pengambilan data tersebut. Ia juga mempertanyakan detail operasional di lapangan yang menjadi sampel riset.

“Dari mana asal angkanya? Berapa jumlah dapur yang terlibat sehingga bisa muncul data sebesar itu?” cecar Sugiat.

Baca Juga: Tingkat Kepuasan Anjlok Terus, Ibu Mega Ogah Sodorkan Kader PDI-P Jadi Cawapres Prabowo di Pilpres 2029!

Sugiat mengatakan, data yang dipublikasikan CELIOS terkesan tendensius dan terkesan sangat menyerang pemerintah terkait implementasi MBG. 

 “Bagi kami, angka tersebut sangat tidak masuk akal,” pungkasnya.