Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran mulai berdampak pada rantai pasokan energi dunia. Situasi ini memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sekaligus menimbulkan kekhawatiran akan potensi kelangkaan pasokan di sejumlah negara.
Menanggapi kondisi tersebut, sejumlah pemerintah mulai menerapkan kebijakan penghematan energi, termasuk mendorong penerapan Work From Home (WFH) untuk mengurangi mobilitas masyarakat dan penggunaan bahan bakar.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut lima negara yang menerapkan kebijakan kerja jarak jauh atau langkah serupa untuk menekan konsumsi energi:
1. Pakistan
Perdana Menteri Shehbaz Sharif menggelar rapat resmi pada Senin (9/3/2026) guna membahas langkah penghematan energi nasional. Pemerintah kemudian memutuskan penerapan WFH sebesar 50% bagi perusahaan-perusahaan, kecuali sektor perbankan.
Baca Juga: Harga Minyak Naik Turun Imbas Perang Iran, Pemerintah Tak Mau Buru-buru Ubah Asumsi APBN
Selain itu, sistem kerja diubah menjadi empat hari kerja dalam sepekan. Pemerintah juga memangkas tunjangan bahan bakar kendaraan dinas hingga 50%, dengan pengecualian untuk layanan darurat seperti ambulans.
2. Thailand
Pemerintah Thailand mengimbau perusahaan multinasional serta institusi pemerintah untuk mempertimbangkan fleksibilitas kerja, termasuk bekerja dari rumah.
Selain itu, para pejabat negara diminta menghindari perjalanan dinas ke luar negeri selama periode ketidakpastian pasokan energi.
3. Vietnam
Pemerintah Vietnam mengambil beberapa langkah untuk menjaga stabilitas pasokan energi. Selain menghapus bea masuk bagi sejumlah produk minyak impor, Kementerian Perdagangan Vietnam juga meminta perusahaan-perusahaan menerapkan kerja jarak jauh bagi karyawannya.
Baca Juga: Surati Mojtaba Khamenei yang Dipilih Jadi Pimpinan Iran, Megawati: Saya Ikut Gembira
Pemerintah turut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penimbunan atau spekulasi bahan bakar yang dapat memperburuk situasi.
4. Filipina
Presiden Filipina menetapkan sistem kerja empat hari dalam sepekan bagi sejumlah kantor pemerintahan sejak Senin (9/3/2026).
Kebijakan tersebut disertai instruksi kepada seluruh instansi pemerintah untuk melakukan penghematan energi secara signifikan, termasuk mengurangi penggunaan listrik dan bahan bakar dalam operasional harian.
5. Myanmar
Sebagai bagian dari upaya mengendalikan konsumsi bahan bakar, pemerintah Myanmar menerapkan sistem ganjil-genap bagi kendaraan pribadi.
Kebijakan ini bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus menekan penggunaan bahan bakar di tengah ketidakpastian pasokan energi global.
Penerapan WFH dan berbagai kebijakan penghematan energi tersebut menunjukkan bahwa krisis energi global tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga memengaruhi pola kerja dan mobilitas masyarakat. Ke depan, sejumlah negara diperkirakan akan terus mengembangkan strategi serupa guna menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus meminimalkan dampak krisis terhadap aktivitas nasional.