Dokter Spesialis Estetika Medis, Irdawati Novita, membagikan kisah unik sekaligus inspiratif tentang perjalanannya mengembangkan berbagai produk berbahan dasar kelapa sawit.

Berangkat dari rasa penasaran terhadap satu sampel kecil, ia justru menemukan potensi besar yang merambah ke berbagai sektor, mulai dari kecantikan, kesehatan, hingga pangan.

Perjalanan tersebut bermula pada tahun 2022, ketika Irdawati menerima sampel minyak sawit merah atau virgin palm oil dari Ketua Umum Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia, Darmono Taniwiryono.

Dari satu liter minyak tersebut, ia mulai melakukan riset mendalam yang membuka wawasannya tentang kekayaan kandungan dalam kelapa sawit.

“Ceritanya itu memang sangat unik ya, jadi 2022 saya dikasih sampel waktu itu minyak merah dari sawit itu 1 liter dan saya proses, ternyata manfaatnya banyak sekali,” ungkap Irdawati, saat ditemui Olenka, belum lama ini.

Irdawati memaparkan bahwa salah satu kandungan unggulan dalam minyak sawit adalah vitamin E dalam bentuk tocotrienol, yang memiliki kekuatan antioksidan jauh lebih tinggi dibandingkan bentuk vitamin E pada umumnya, yakni tocopherol.

“Selain sebagai vitamin E yang cukup kuat, mungkin kita tahu vitamin E itu ada tocopherol, nah dari sawit ini namanya tocotrienol. Nah ternyata tocotrienol ini lebih kuat 40 sampai 60 kali sebagai antioksidan dan 100 kali dibandingkan dengan vitamin C,” jelasnya.

Tak hanya itu, menurutnya, kandungan tersebut juga memiliki sifat antiinflamasi yang sangat baik untuk berbagai masalah kulit, mulai dari flek, iritasi, hingga luka.

“Dia juga sebagai anti radang, jadi kalau yang punya flek, merah-merah, iritasi, itu pakai sawit aja udah pasti sembuh. Punya luka, jerawat, dan segala macam, luka bakar, itu pakai sawit juga sembuh,” tambahnya.

Baca Juga: Komitmen Dosen IPB: Riset Limbah Sawit untuk Lingkungan dan Bukti Nyata Manfaatnya

Pengalaman panjangnya di dunia formulasi kecantikan sejak 2015 membuat Irdawati semakin yakin bahwa kelapa sawit merupakan bahan baku yang luar biasa dan belum dimanfaatkan secara optimal.

“Saya belum pernah ketemu bahan baku kosmetik selama saya berkarir dari 2015 itu tidak ada yang sebagus ini. Jadi kenapa hanya setengah-setengah, tidak dikembangkan sekalian di dunia kosmetik dan dunia kesehatan,” ungkapnya.

Berangkat dari keyakinan tersebut, Irdawati mulai mengembangkan berbagai produk berbasis sawit.

Awalnya, ia hanya menciptakan face cream, namun inovasinya terus berkembang hingga melahirkan beragam produk multifungsi.

“Untuk awal-awal saya mengembangkan sawit itu memang hanya sebagai face cream, lalu saya kembangkan menjadi face oil, multi-purpose balm. Mungkin sekarang sudah banyak yang tahu, kalau lihat palm trienol multi-purpose balm itu mereka tahu untuk luka bakar, padahal awalnya itu untuk flek,” jelasnya.

Tak berhenti di produk perawatan kulit, ia juga merambah ke sektor lain seperti pangan dan kesehatan.

Berbagai inovasi seperti cokelat berbahan sawit, multivitamin dalam bentuk soft gel, hingga produk kosmetik seperti lipstik turut ia kembangkan. Bahkan, minyak angin pun berhasil ia formulasi dari bahan yang sama.

“Saya kembangkan akhirnya ke mana-mana, lalu ada coklat juga, multivitamin pakai soft gel, lalu ada lagi lipstick dan segala macam itu dari sawit. Minyak angin juga saya bikin dari sawit. Jadi memang luar biasa sih sawit itu,” tutupnya.

Baca Juga: GAPKI Soroti Peran Strategis Industri Sawit bagi Ekonomi dan Sosial Indonesia