Upaya pengelolaan limbah kelapa sawit terus menjadi perhatian penting di tengah meningkatnya sorotan terhadap industri ini.
Di tengah berbagai tantangan, Peneliti Pusat Studi Sawit IPB sekaligus dosen IPB University, Siti Nikmatin, menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penelitian sebagai bagian dari solusi berkelanjutan.
Menurut Siti, riset yang dilakukannya bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi juga bentuk tanggung jawab dalam menjaga lingkungan sekaligus mendorong penerapan prinsip ekonomi sirkular.
Ia menilai bahwa pengolahan limbah sawit memiliki potensi besar untuk mengurangi dampak pencemaran sekaligus menciptakan nilai tambah.
“Penelitian ini merupakan upaya mencegah pencemaran lingkungan sekaligus mendukung ekonomi sirkular,” ungkap Siti, saat ditemui Olenka, di Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.
Baca Juga: Harapan Peneliti IPB University ke Astra Group
Sebagai seorang dosen pegawai negeri sipil, Siti juga menekankan pentingnya menjalankan tridharma perguruan tinggi secara konsisten, baik dalam pengajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
“Saya sebagai dosen pegawai negeri sipil yang memiliki tugas tridharma. Apa pun kondisinya, tugas mengajar, meneliti, dan pengabdian masyarakat harus berjalan. Meneliti ya terus berjalan,” kata Siti.
Di sisi lain, ia tidak menutup mata terhadap maraknya kampanye negatif terhadap industri kelapa sawit.
Namun, alih-alih terjebak dalam perdebatan, Siti memilih untuk menjawabnya melalui pendekatan ilmiah berbasis data dan hasil riset.
“Saya rasa kampanye negatif memang saat ini kelapa sawit sedang diuji. Tapi sebagai peneliti, saya berusaha menyeimbangkan kampanye negatif itu melalui bukti nyata bahwa sawit itu bermanfaat,” pungkasnya.
Baca Juga: Kisah Peneliti IPB Mengubah Limbah Sawit Jadi Peluang Usaha