Pengalaman panjangnya di dunia formulasi kecantikan sejak 2015 membuat Irdawati semakin yakin bahwa kelapa sawit merupakan bahan baku yang luar biasa dan belum dimanfaatkan secara optimal.
“Saya belum pernah ketemu bahan baku kosmetik selama saya berkarir dari 2015 itu tidak ada yang sebagus ini. Jadi kenapa hanya setengah-setengah, tidak dikembangkan sekalian di dunia kosmetik dan dunia kesehatan,” ungkapnya.
Berangkat dari keyakinan tersebut, Irdawati mulai mengembangkan berbagai produk berbasis sawit.
Awalnya, ia hanya menciptakan face cream, namun inovasinya terus berkembang hingga melahirkan beragam produk multifungsi.
“Untuk awal-awal saya mengembangkan sawit itu memang hanya sebagai face cream, lalu saya kembangkan menjadi face oil, multi-purpose balm. Mungkin sekarang sudah banyak yang tahu, kalau lihat palm trienol multi-purpose balm itu mereka tahu untuk luka bakar, padahal awalnya itu untuk flek,” jelasnya.
Tak berhenti di produk perawatan kulit, ia juga merambah ke sektor lain seperti pangan dan kesehatan.
Berbagai inovasi seperti cokelat berbahan sawit, multivitamin dalam bentuk soft gel, hingga produk kosmetik seperti lipstik turut ia kembangkan. Bahkan, minyak angin pun berhasil ia formulasi dari bahan yang sama.
“Saya kembangkan akhirnya ke mana-mana, lalu ada coklat juga, multivitamin pakai soft gel, lalu ada lagi lipstick dan segala macam itu dari sawit. Minyak angin juga saya bikin dari sawit. Jadi memang luar biasa sih sawit itu,” tutupnya.
Baca Juga: GAPKI Soroti Peran Strategis Industri Sawit bagi Ekonomi dan Sosial Indonesia