Program kesayangan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali meminta tumbal kali ini bukan keracunan biasa yang sebelumnya marak terjadi di sejumlah sekolah di Indonesia, kasus keracunan MBG kali ini membuat korbannya sampai kehilangan 70 persen ingatan.

Nasib sial ini dialami Febiola seorang peserta didik berprestasi di Karo, Sumatera Utara, gadis belia itu kini sedang berjuang di rumah sakit, perawatan intensif sedang diupayakan keluarga agar Febiola bisa sembuh total. 

Kasus Febiola terjadi pada Agustus 2026, Febiola bersama ratusan siswa di sebuah SMA Swasta Berastagi mengalami keracunan massal setelah menyantap MBG. 

Baca Juga: Anggaran Penanggulangan Bencana Jadi Omongan Gegara Dinilai Setara Ongkos MBG Sehari, Loyalis Jokowi Langsung Kasih Paham: Sini Om Ajarin!

Kondisi remaja 16 tahun itu nyatanya kian memburuk, beberapa hari pasca kejadian itu Febiola mengalami  kejang-kejang hebat dan sempat tidak sadarkan diri selama kurang lebih 3 jam. 

Selanjutnya pada akhir Agustus hingga awal September 2026 ingatan Febiola mulai hilang, ia bahkan sempat dilaporkan bertingkah layaknya anak usia 3 tahun serta tidak mengenali keluarga, guru, maupun teman-temannya. Ia harus berpindah-pindah perawatan di lima rumah sakit, mulai dari RS Kabanjahe, RS Efarina, RSU Haji Medan, RSUP Adam Malik, hingga RS Amanda.

Hasil medis mengonfirmasi bahwa korban terindikasi  infeksi bakteri atau paparan racun jamur dari makanan yang dikonsumsi yang menyebabkan kerusakan saraf. Tim medis memperkirakan proses pemulihan memorinya membutuhkan waktu hingga satu tahun dengan terapi rutin.

Kesulitan Biaya Pengobatan

Febiola tidak datang dari keluarga yang serba ada, kehidupan keluarganya sederhana sementara itu pengobatan Febiola butuh ongkos besar, namun pihak keluarga mengupayakan segala cara agar putri terkasih mereka kembali seperti sediakala. 

"Kami sejujurnya agak kesulitan dengan biaya, karena tidak mungkin hanya makan saja. Kadang-kadang harus membeli kebutuhan anak kami," kata Icuk Sugiarto Purba, ayah Febiola.

Sebagaimana yang telah disinggung di atas upaya pemulihan Febiola tidak sebentar, untuk mengembalikan seluruh memorinya  butuh waktu setahun, dimana korban harus dikontrol rutin setiap pekan, jelas ini sangat memberatkan pihak keluarga yang terus menanggung beban ongkos rumah sakit dan biaya lainnya. 

"Anak saya menurut dokter itu perawatannya tidak sebentar. Dokter bilang harus dirawat selama setahun penuh, setiap seminggu sekali," ujarnya. 

Selain terapi dan kontrol rutin, Febiola juga harus mendapatkan asupan makanan khusus, bahkan ia diwajibkan mengonsumsi susu khusus yang harganya jelas tidak murah untuk ukuran keluarga sederhana. Ucuk mengatakan susu khusus itu seharga Rp180 ribu ia harus membelinya dua kali dalam semingu. Untuk memenuhi kebutuhan itu sang ayah harus menguras tabungan keluarga. 

"Kalau tidak ada pemasukan, tapi pengeluaran terus sampai kapan kalau begini terus. Saya tidak sanggup kalau melihat kondisi anak saya itu," ucapnya. 

Ia berharap, para penyelenggara MBG tidak lepas tangan atas kejadian yang dialami putrinya. Setidaknya mereka ikut meringankan beban pengobatan Febiola. 

"Pesan saya, semoga pihak-pihak tersebut bisa bertanggung jawab atas masalah ini. Agar memberikan perawatan dan pengobatan terbaik kepada anak saya, dan mengarahkan kepada dokter-dokter yang terbaik," katanya lagi. 

"Ya, harapan saya sebetulnya program MBG itu sangat bagus. Tapi karena sudah ada korban-korban seperti ini, anak-anak SMA, SMP, ini tidak diinginkan mereka menjadi korbannya. Jadi itu sudah kelalaian," tambahnya. 

Kritik Pedas 

Kasus Febiola bikin geram banyak pihak, sejumlah pejabat mendesak Prabowo segera mengevaluasi total implementasi program kebanggannya itu, sementara itu di media sosial masyarakat ramai-ramai mengkritik keras MBG seraya mengutuk habis-habisan program itu. 

Imam Shamsi Ali Diaspora Indonesia yang menetap di Amerika Serikat ikut geram atas peristiwa yang menimpa Febiola, MBG yang seharusnya memberi kebermanfataan justru menjadi malapetaka. 

Baca Juga: Jadi Program Kesayangan, tapi MBG dan Kopdes Merah Putih Justru Gerus Elektabilitas Prabowo

“MBG nampaknya terlalu over dosis gizinya Sampai-sampai anak yang memakan MBG kehilangan 70 persen ingatan,” ujarnya.