Menjaga kesehatan perlu dilakukan oleh diri sendiri (personal) hingga masyarakat secara bersamaan (komunal). Gaya hidup sehat seperti rajin berolahraga serta mengonsumsi makanan cukup nutrisi serta menjaga kebersihan merupakan langkah dasar yang perlu dilakukan oleh setiap individu untuk menjaga kesehatan mereka.
Mengonsumsi vitamin atau suplemen, melakukan vaksinasi, hingga deteksi dini dengan melakukan pemeriksaan secara berkala merupakan langkah preventif selanjutnya yang dapat dilakukan. Selain itu, di tengah meningginya kasus penyakit menular seperti campak, kesadaran untuk memutus atau meminimalisasi kontak antara pasien terpapar dengan orang lain juga harus digalakkan.
Baca Juga: MSD Indonesia Hadirkan IVAXCON 2026, Perkuat Literasi Kesehatan Masyarakat
“Perlu diingat, penyakit seperti campak, gondongan, rubella, hingga cacar air merupakan penyakit yang mudah menular. Sangat disayangkan beberapa waktu lalu muncul video yang memperlihatkan seseorang terkena campak, tetapi dengan entengnya tetap keluar beraktivitas. Ini sangat berbahaya,” ujar dr. Attila Dewanti, Sp.A (K), dalam IVAXCON 2026 yang digelar di Jakarta (25/4).
Kesadaran komunal untuk memutus kontak dengan orang lain penting dilakukan agar tidak terjadi lonjakan kasus. Sebagai dokter anak, dr. Attila juga mengingatkan orang tua untuk tidak terburu-buru memasukkan anaknya ke sekolah ketika didiagnosis penyakit menular seperti campak untuk tidak menularkan virus kepada anak-anak yang lain.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Attila memaparkan sejumlah gejala yang perlu diperhatikan orang tua. Akan tetapi, orang tua diminta tidak menentukan diagnosis sendiri dan tetap berkonsultasi dengan pihak medis jika menemukan gejala berikut:
Gejala penyakit campak:
- Demam yang bisa menjadi sangat tinggi
- Bintik merah yang dimulai dari kepala dan menyebar ke bagian tubuh lain
- Batuk
- Pilek
- Mata merah
- Diare
- Infeksi telinga
Gejala penyakit gondongan (gejala berlangsung 7-10 hari)
- Demam
- Sakit kepala
- Kelelahan
- Kehilangan nafsu makan
- Pembengkakan kelenjar di bawah telinga atau rahang
Gejala penyakit rubella:
- Ruam yang dimulai dari wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya
- Demam rendah (<38 derajat Celcius)
- Pada remaja dan orang dewasa dapat mengalami gejala:
- Pembengkakan kelenjar
- Batuk
- Pilek
- Mata merah
- Nyeri sendi
Gejala penyakit cacar air:
- Ditandai dengan munculnya ruam gatal yang muncul di area dada, leher, dan wajah
- Ruam kemudian menjadi bintik berair yang menjadi kering
- Gejala lain meliputi demam, kelelahan, serta kehilangan nafsu makan
- Sakit kepala yang muncul 1-2 hari sebelum ruam muncul (pada orang dewasa)
Vaksin HPV untuk Cegah Kanker Serviks
Di sisi lain, dr. Darrell Fernando, Sp.OG, SubspFER, MRCOG, MM, MARS, FICS, FRSPH, Int. Aff.RANZCOG, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, menekankan pentingnya imunisasi HPV sebagai salah satu bentuk pencegahan kanker serviks pada perempuan.
“Memilih imunisasi bukan didasarkan pada ketakutan, melainkan keputusan cerdas dan bertanggung jawab untuk melindungi potensi, kemandirian, serta kualitas hidup perempuan di setiap tahap kehidupannya. Inilah yang perlu kita dorong bersama—menggeser pola pikir dari pengobatan menjadi pencegahan sejak dini,” tegasnya.
Tidak hanya bagi perempuan, imunisasi HPV juga perlu dilakukan oleh laki-laki. Untuk anak-anak, vaksin HPV dapat diberikan sejak umur 9 tahun hingga 14 tahun dengan dua kali dosis suntikan. Sementara bagi orang dewasa, vaksin dapat diberikan untuk perempuan maksimal umur 45 tahun dan laki-laki maksimal umur 26 tahun. Berbeda dengan anak-anak, vaksin HPV bagi orang dewasa biasanya diberikan dalam 3 dosis.