Meski gaung program Koperasi Merah Putih (KMP) sudah terdengar sejak beberapa waktu lalu, banyak masyarakat bertanya-tanya mengapa gerainya belum juga terlihat di berbagai desa? Terkait hal itu, Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa proyek ini memang sedang berjalan dalam tahap pembangunan fisik secara masif dan bertahap.
Menurut Ferry, hingga Februari 2026 progres pembangunan fisik Koperasi Merah Putih telah mencapai sekitar 50 persen. Artinya, ribuan bangunan tengah dalam proses penyelesaian.
“Dan kemudian sekarang masuk ke proses pembangunan fisik. Nah rencananya sekarang sedang dibangun, jumlahnya per hari ini sudah 26, mungkin 27.000 per hari ini yang sedang dibangun bangunan fisiknya,” tutur Ferry, dalam sebuah video sebagaimana dikutip Olenka, Senin (23/2/2026).
Ferry memaparkan bahwa pada tahap awal terdapat sekitar 26.000 hingga 27.000 unit koperasi desa yang sedang dikerjakan secara paralel di berbagai wilayah. Beberapa di antaranya bahkan sudah melampaui progres 50 persen dan ditargetkan rampung pada Maret atau April 2026.
“Persentase penyelesaian bangunan fisiknya itu sekarang sudah ada yang di atas 50 persen. Harapannya nanti Maret atau April 26.000 yang dibangun di tahap awal itu sudah selesai fisiknya. Dan itu kelihatan langsung,” katanya.
Kemudian, Ferry menekankan bahwa ketika seluruh bangunan fisik tersebut selesai, masyarakat akan langsung melihat wujud nyata gerai koperasi di desa-desa.
“27.000 itu kalau sudah selesai bangunan fisiknya, kelihatan itu fisiknya,” tegasnya.
Lebih dari sekadar bangunan, kata dia, Koperasi Merah Putih dirancang sebagai pusat kegiatan ekonomi desa yang terintegrasi. Menurutnya, dalam satu kompleks koperasi, setidaknya akan tersedia lima unit usaha utama.
Pertama, gerai sembako yang menjual kebutuhan pokok dan barang sehari-hari dengan pengelolaan ritel modern. Kedua, apotek dan klinik desa untuk mendukung layanan kesehatan masyarakat. Ketiga, lembaga keuangan mikro yang memudahkan akses pembiayaan.
Keempat, unit usaha berbadan hukum perusahaan. Dan kelima, sistem logistik yang dilengkapi transportasi untuk memperlancar distribusi barang dari desa ke luar maupun sebaliknya.
Baca Juga: Pemerintah Gelontorkan Rp16 Triliun untuk Koperasi Merah Putih